Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tampilan PetaBencana,id (Foto: Istimewa)
Dream - Aplikasi besutan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) PetaBencana.id meraih penghargaan pada ajang United Nations Public Sector Award atau UNPSA 2019. PetaBencana.id menjadi pemenang untuk kategori Ensuring Integrated Approaches in Public Sector Institutions.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho
mengatakan, penghargaan ini digagas Badan PBB untuk Masalah Ekonomi dan Sosial atau United Nations Department of Economic and Social Affairs. Program yang digiatkan badan ini yaitu menciptakan 17 tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs).
Salah satu, tujuan yang ditargetkan hingga 2030 ini adalah climate action yang sangat terkait dengan isu perubahan iklim yang dirasakan oleh seluruh dunia.
" Kategori yang dimenangkan oleh PetaBencana.id ini merupakan bagian dari topik SDGs pada tujuan Climate Action tersebut," kata Sutopo, Selasa, 21 Mei 2019.
PetaBencana.id merupakan platform yang memuat peta kebencanaan, khususnya banjir, di wilayah Jabodetabek, Kota Bandung dan Kota Surabaya.
Plaform yang sifatnya gratis dan open source ini dikembangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Urban Risk Lab.
" Platform inovatif ini memungkinkan para pengguna untuk aktif dalam melaporkan keadaan banjir di wilayahnya secara realtime. Namun laporan tersebut akan diverifikasi dan disebarkan secara langsung melalui peta publik," ucap dia.
Pengguna media sosial dan aplikasi pesan instan kini dapat melaporkan situasi banjir di sekitar dengan mudah. Pengguna Twitter cukup mengirim cuitan ke @petabencana dengan #banjir dan BencanaBot akan otomatis memandu pengguna untuk mengisi laporan.
Pengguna Telegram juga dengan mudah untuk melaporkan banjir dengan mengirim pesan “ /banjir” ke @BencanaBot, yang akan membantu pengguna membuat laporan.
Pengguna dapat menambahkan deskripsi, foto, tinggi banjir dan detail lokasi dalam laporan.
PetaBencana.id tidak hanya mengumpulkan laporan hasil crowdsourcing dari media digital tetapi juga informasi terkait infrastruktur bencana. Peta dapat juga menampilkan tinggi muka air di pintu air dan lokasi pompa terdekat sebagai layer, sebagai gambaran lebih menyeluruh tentang situasi banjir.
Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo sangat mengapresiasi seluruh jajaran BNPB yang mendapat mendapat penghargaan dari PBB tersebut.
" Kita bangga. Di tengah kondisi situasi politik saat ini, BNPB dapat memberikan kontribusi dengan membawa nama baik Indonesia dengan penghargaan dari PBB. Tentu ini membanggakan kita semua. Indonesia telah banyak diakui capaian yang dihasilkan. Tentu kita perlu terus mengembangkan ke depan," ucap Doni.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya