5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Seorang Wanita Mengambil Gambar Dengan Smartphone IPhone.
Dream – Apple harus berhati-hati dengan Xiaomi. Sebab, penjualan iPhone pada kuartal II 2019 ini dibuntuti oleh Xiaomi.
Dikutip dari VentureBeat, Sabtu 31 Agustus 2019, firma asal Inggris, merilis data penjualan smartphone global.
Dalam data itu, ada 368 juta ponsel yang terjual pada kuartal II 2019. Angkanya merosot 1,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Di data ini, penjualan Apple sebanyak 38,55 juta unit pada Q2 2019. Penjualannya merosot 13,8 persen dari Q2 2018 yang sebanyak 44,71 juta. Gadget berlogo apel tergigit ini menduduki lima besar penjualan smartphone paling laris di dunia.
Penjualannya yang menurun ini seiring dengan pergantian prioritas bisnis dari hardware ke layanan.
Xiaomi menduduki peringkat keempat. Penjualannya sebanyak 33,19 juta unit. Angkanya naik dari penjualan Q2 2018 yang sebanyak 32,82 juta.
Muncul pertanyaan, siapa yang menduduki peringkat teratas sebagai ponsel paling laris? Jawabannya, Samsung.
Smartphone asal Korea Selatan ini membukukan penjualan sebanyak 75,11 juta unit pada Q2 209. Penjualannya meningkat dari Q2 2018 yang sebanyak 72,34 juta unit.
Di posisi kedua, ada Huawei dengan penjualan sebanyak 58,05 juta unit. Penjualannya naik 8.209,2 unit dari Q2 2018 yang sebanyak 49,85 juta unit.
Mengenai Huawei, ada hal yang menarik. Smartphone ini menunjukkan tajinya sebagai brand smartphone paling laris di dunia meskipun diblokir di Amerika Serikat.
Di Tiongkok, ponsel ini membalap iPhone. Canalys merilis data penjualan Huawei di Tiongkok juga melesat 31 persen jadi 37,3 juta unit pada Q2 2018, sedangkan penjualam Apple yang hanya laku 5,7 juta unit.
Laporan ini menyebut Huawei unggul dari Apple karena nasionalisme warga Tiongkok dan kecanggihan teknologinya.
Gartner mencatat penutupan servis Huawei di Amerika Serikat pada pertengahan Mei 2019 berdampak kepada penjualan gawai. Namun, dampak ini bisa ditutup dari promosi gencar dan branding yang bagus, membantu penjualan Huawei.
Produk ini sukses menjual 31 persen gawai lebih banyak daripada yang merek lainnya.
Berikut ini adalah daftar merek smartphone paling laku pada kuartal II 2019.
1. Samsung: 75,11 juta unit.
2. Huawei: 58,05 juta unit.
3. Apple 38,55 juta unit.
4. Xiaomi: 33,19 juta unit.
5. Oppo: 28,11 juta unit.
Senior Research Director Gartner, Ansul Gupta, memprediksi penjualan smartphone akan melemah sampai akhir tahun 2019. Gupta memperkirakan penjualannya mencapai 1,5 miliar unit hingga 2019.
“ Permintaan untuk ponsel high end akan melambat dengan angka yang lebih besar,” kata dia.
Gupta mengatakan produsen smartphone berlomba-lomba memberikan layanan premium kepada pengguna untuk menggenjot penjualan.
Misalnya, memberikan ponsel dengan baterai berkapasitas besar dan menanamkan multi kamera di smartphone. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?