Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Credit: Shutterstock
Bagi setiap perempuan, keputihan merupakan sesuatu yang wajar bila terjadi dalam jangka waktu dan jumlah yang normal. Umumnya, keputihan ini ditandai dengan cairan berwarna bening dan tak menimbulkan bau menyengat. Selain itu, area V juga nggak akan terasa gatal dan terbakar.
Namun, perlu diwaspadai apabila keputihan yang dialami memiliki cairan yang kental, berwarna, dan memberikan rasa gatal. Bisa jadi hal tersebut menandakan ada yang nggak beres dengan organ reproduksimu dan memerlukan pemeriksaan dari dokter segera. Faktanya, ada beberapa kebiasaan yang dapat menyebabkan keputihan yang abnormal ini. Penasaran? Yuk, cari tahu lewat bacaan berikut ini.

Masih banyak perempuan yang belum paham betul cara membersihkan area V dengan benar. Asal terkena air saja, mereka menganggap area intim sudah menjadi lebih bersih. Padahal, hal itu salah total bila dilakukan dengan cara begitu.
Membersihkan Miss V yang benar adalah dengan memulainya dari bagian depan menuju ke bagian belakang, yaitu anus. Melakukannya menggunakan cara ini, dapat menghindarkan masuknya bakteri dan kuman dari arah anus ke area V perempuan. Nggak lupa juga, gunakan air yang bersih bila ingin membilas Miss V kamu.

Salah satu kebiasaan yang dapat menyebabkan keputihan adalah memakai pakaian dalam yang terlalu ketat. Penggunaan pakaian dalam yang ketat, ternyata bisa membuat area V nggak memiliki banyak ruang. Akhirnya, tempat tersebut berujung menjadi lembab dan mudah mengundang bakteri.
Selain itu, pemilihan bahan celana dalam yang digunakan, juga perlu untuk diperhatikan. Sangat disarankan untuk memakai bahan kain yang mudah menyerap keringat. Misalnya saja seperti kain katun, yang mampu menyerap keringat dengan bagus dan ramah pula untuk kulit di sekitar area intim perempuan.

Keputihan yang nggak kunjung berhenti, bisa pula diakibatkan karena kebiasaan malas mengganti pembalut. Hal ini bisa terjadi karena pada masa menstruasi, jumlah bakteri jahat yang ada di area V meningkat lebih banyak dari pada hari-hari normal. Selain itu, bahan pada pembalut normalnya nggak boleh didiamkan terlalu lama pada area V, karena akan memberikan dampak buruk seperti iritasi.
Umumnya, mengganti pembalut saat haid bisa dilakukan setelah 4-8 jam pemakaian. Bila nggak segera diganti dengan yang baru, genangan darah yang menumpuk pada pembalut, akan memicu keputihan yang nggak normal. Pastinya, kamu juga nggak menginginkan hal itu terjadi, bukan?
Itulah 3 kebiasaan yang mampu sebabkan keputihan nggak wajar bagi perempuan. Kamu tentunya harus menghindari melakukan berbagai hal tersebut untuk mencegah penyakit masuk ke area Miss V mu, ya. Sehingga, area kewanitaan bisa tetap sehat dan bebas dari bakteri dan kuman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya