Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Ayah Temani Ibu Saat Proses Persalinan (Foto: Shutterstock)
Dream - Persalinan jadi momen yang ditunggu-tunggu selama berbulan-bulan. Perasaan campur aduk pastinya akan muncul, bahagia, khawatir, panik, takut, semuanya jadi satu. Bukan hanya dialami oleh para ibu tapi juga ayah.
Idealnya, ayah jadi 'suami siaga' yang sigap mengantarkan dan menemani istri kapan pun untuk ke rumah sakit saat kontraksi muncul. Kontraksi ini juga bisa terjadi kapan saja, termasuk di pagi buta.
Bagi para ayah, penting untuk tahu apa saja yang bakal dihadapi selama persalinan. Hal yang paling penting tentunya adalah mental. Termasuk mental menghadapi kondisi yang paling buruk dan harus mengambil keputusan besar.
" Saat ibu mengalami kesakitan akibat kontraksi, seringkali muncul pernyataan yang berbeda dari rencana awal. Atau saat kondisi kesehatannya dan bayi menurun, ibu cenderung sulit
membuat keputusan yang logis. Peran ayah begitu besar membuat kondisi jadi stabil," ujar Sarah Kilpatrick, Ph.D., a profesor obstetri dan ginekologi dari University of Illinois, Chicago,
Amerika Serikat.
Penting bagi ayah untuk tetap tenang melihat kondisi ibu yang meringis kesakitan. Cobalah berusaha membuat distraksi. Seperti memutar musik, memberi pijatan dan sekedar memeluk dan mengelus punggungnya. Sentuhan ini sangat dibutuhkan ibu.
Ketenangan ayah adalah hal yang utama dan harus bisa membaca keadaan dan kondisi kesehatan ibu. Jangan segan untuk meminta keterangan dokter secara detail terkait kondisi ibu dan bayi. Jika rencana awal persalinan dilakukan normal, namun kondisi ibu dan bayi tak memungkinkan, maka operasi caesar bakal jadi jalan keluar.
Operasi caesar hanya bisa dilakukan jika ada tanda tangan dari pihak keluarga dalam hal ini tentunya suami. Terkadang suami sulit membuat keputusan karena mengikuti keinginan istri
yang ingin melahirkan normal.
" Dalam kondisi ini, berkonsultasilah dengan dokter dan berpikirlah lebih logis, keputusan harus dibuat cepat demi kondisi ibu dan bayi," ujar Sarah.
Kadang muncul perbedaan hingga memicu pertengkaran saat persalinan. Ingat, saat ibu kesakitan seringkali mengeluarkan kata-kata yang penuh emosi. Dibutuhkan kesabaran ekstra para ayah dalam situasi ini.
Perbanyak membaca buku soal persalinan, merawat bayi atau mengikuti kelas parenting. Mendengarkan pengalaman kerabat yang pernah menemani istri melahirkan juga bisa membantu para ayah untuk menguatkan mental.
" Hal terpenting adalah para ayah ini harus tenang, tetap berpikir logis, karena bisa jadi bakal harus membuat keputusan besar dalam waktu singkat," ungkap Sarah.
Sumber: Parents.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan