Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jam Weker (news.com.au)
Dream - Saat jam weker berdering, sering kali jari kita menekan tombol snooze. Tombol itu untuk menghentikan sementara alarm, dan jam weker kembali berdering beberapa menit kemudian.
Pola itu seolah sudah menjadi kebiasaan kita. Apalagi, saat punya janji pagi hari. Saat dering pertama, mata masih lengket.
Rasa kantuk belum sirna. Tak mau telat, tombol snooze jadi alternatif, berharap bangun pada dering ke dua, ke tiga, dan seterusnya.
Tapi tahukah Anda, bahwa menekan tombol snooze untuk sesaat menghentikan dering weker ternyata sangat bahaya? Para ilmuwan memiliki penelitian ilmiah yang menunjukkan bahaya pemakaian snooze terhadap manusia.
James Gangwisch, profesor dari Universitas Columbia yang juga pakar tidur, mengatakan, seharusnya menyetel alarm jam weker hanya saat Anda benar-benar butuh bangun saja.
Tapi pada umumnya,......
(Ism)
© Dream
Tapi pada umumnya, banyak orang menyetel alarm lebih awal dari keperluan bangun dan memilih menekan snooze, sehingga alarm berbunyi berkali-kali sebelum akhirnya kita benar-benar terbangun.
“ Ini benar-benar dapat mengurangi total jam tidur Anda,” kata Gangwisch, sebagaimana dikutip Dream dari laman News.com.au, Jumat 3 Juni 2016.
“ Kita melalui siklus tidur yang berlangsung mungkin 45 menit dan Anda tidak bisa mendapatkan seluruh siklus itu dalam durasi 10-15 menit setelah Anda menekan tombol snooze,” tambah dia.
Jika sudah seperti itu, maka menekan tomol snooze memiliki dampak sangat berbahaya bagi kesehatan, bahkan bisa membuat Anda semakin lelah.
(Ism)
© Dream
Pakar tidur lainnya, Neil Stanley, mengatakan, “ Saran yang benar untuk menyetel alarm saat Anda perlu bangun, dan bangun.”
“ Kita mulai bangun satu setengah jam sebelum kita benar-benar bangun, sehingga jika tubuh Anda tahu jam berapa harus bangun, tubuh Anda akan bersiap untuk bangun saat alarm mati,” tambah Stanley.
Tapi, jika Anda menekan tombol snooze, maka respons tubuh akan berbeda. “ Jika menekan snooze, tubuh Anda bingung antara mau bangun dan tidur lagi.”
(Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya