Shutterstock
Dream - Belakangan ini, banyak informasi dan tutorial yang beredar di media sosial tentang cara menghilangkan tahi lalat di rumah tanpa operasi.
Saran yang beredar di tengah masyarakat, jika hendak menghilangkan tahi lalat bisa menggunakan kapur sirih dan sabun colek. Hal ini lantas ditentang para ahli.

Listya Paramita, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, melalui Instagram mengungkapkan bahwa menghilangkan tahi lalat dengan cara ini sangat menyesatkan.
“ Kalau kalian nemu video-video semacam ini, menghilangkan tahi lalat tanpa operasi dan ternyata isinya adalah kalian disuruh pake sabun colek dan kapur sirih maka jangan diikuin, ini menyesatkan banget,” ungkapnya di sebuah video Instagram @drmita.spkk.

Listya menjelaskan bahwa cara tersebut memang berhasil menghilangkan tahi lalat, namun kulit di bawahnya pun ikut hilang atau jeblos.
Ia juga mengungkapkan ketika tahi lalat sudah hilang, lebih susah untuk menghilangkan bekas luka yang dihasilkan.
Untuk itu, cara paling aman menghilangkan tahi lalat bukan dengan cara-cara tradisional, melainkan dengan prosedur bedah.
“ Jadi jangan sembarangan, menghilangkan tahi lalat itu yang paling aman adalah menggunakan tindakan bedah,” ujar Listya
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita
(Sumber: Instagram @drmita.spkk)
Dream - Tahi lalat merupakan fitur wajah yang memiliki makna berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang membiarkannya.
Ada yang merasa terganggu atau menganggapnya sebagai kelebihan. Sebenarnya, tahi lalat bisa disebabkan oleh berbagai hal dan muncul kapanpun.
Itu artinya, tidak selamanya tahi lalat bisa diabaikan dan sudah dimiliki sejak lahir. Tahi lalat bisa menjadi pertanda kanker dan muncul saat dewasa.
Tahi lalat pun bisa muncul dengan tipe berbeda-beda pada sebagian orang. Dilansir dari Medical News Today, berikut tipe tahi lalat yang bisa muncul pada setiap orang.

Tipe tahi lalat yang berwarna hitam atau kecokelatan seperti ini biasanya dimiliki sejak lahir. Biasanya, tipe tahi lalat ini muncul di area yang kerap terpapar matahari.
Bentuknya bulat dan bertektsur halus. Pinggirannya pun jelas. Umumnya, tahi lalat seperti ini berukuran kecil dan tidak berpotensi menjadi melanoma.
Tahi lalat bawaan

Tahi lalat bawaan biasanya disebut sebagai tanda lahir karena muncul sejak lahir. Ukurannya bisa membesar atau mengecil seiring waktu.
Meski tidak berbahaya, namun penelitian menyatakan bahwa tahi lalat bawaan bisa berkembang menjadi melanoma sebesar 10-15 persen.

Tidak seperti tahi lalat pada umumnya, tipe ini bisa memiliki warna dan tekstur yang berbeda-beda pada setiap orang. Tepi tahi lalat juga tidak begitu jelas.
Warnanya tidak hanya cokelat atau hitam, pada beberapa orang bisa muncul dengan warna merah muda. Pada sebagian orang, tahi lalat atipikal bisa menjadi pertanda kanker.
Spitz nevus

Walaupun terlihat berbahaya, namun tahi lalat ini tidak menandakan potensi kanker tinggi pada seseorang. Spitz nevus bisa muncul pada anak berkulit terang atau yang berusia di bawah 20.
Umunya, spitz nevus berbentuk bulat dan tekstur permukaannya halus. Karena mirip dengan melanoma, beberapa dokter akan menyarankan spitz nevus dihilangkan.