Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Cristian Sugiono Menunjukan Minyak Goreng Yang Bagus
Dream - Christian Sugiono merupakan salah satu selebritis yang mengaku sangat menjaga pola makannya. Tak hanya untuk dirinya sendiri, namun ia juga memberlakukan peraturan ketat itu terhadap anak dan istrinya, Titi Kamal.
Pria yang biasa disapa Tian ini, memulai pola hidup sehat itu dengan membiasakan mengonsumsi makanan tanpa garam. Serta, berusaha untuk menghindari makanan berminyak setiap harinya.
" Masakan di rumah kami nggak memakai garam. Kebiasaan tidak memakai garam pada makanan amat disukai anak-anak. selain itu, kami juga berhati hati memakai minyak buat menggoreng makanan," ungkapnya sat dijumpai di Simposium Masakan Rumah The Silent Killer yang digelar SunCo di Jakarta Selatan, belum lama ini.
Meskipun berperan sebagai kepala keluarga, namun rupanya Tian sangat peduli pada urusan dapur. Salah satunya dengan memperhatikan minyak goreng yang digunakan untuk memasak. Apabila sudah berubah warna, ia menyarankan untuk membuangnya.
" Minyak yang sudah dipakai menggoreng dan sudah berubah warna, meski baru satu kali pakai, sudah harus dibuang. Kalau nggak, amat berbahaya bagi kesehatan tubuh,' imbuhnya.
Sekretaris Komite Nasional Gizi dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Tirta Prawita Sari menambahkan jika minyak sudah berubah warna memang tidak baik untuk menggoreng masakan karena dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes dan kanker.
Begitu pula dengan penyakit tidak menular yang banyak disebabkan karena pemakaian minyak rusak. Sehingga lebih banyak dialami oleh para masyarakat dari kalangan ekonomi lemah.
" Kelebihan lemak akan menyebabkan obesitas dan penyakit degeneratif, seperti kanker, penumpukan lemak di hati, dan yang paling populer yaitu jantung koroner," terang Tirta menambahkan.
Untuk melakukan tindakan pencegahan, Tirta menyarankan untuk lebih selektif lagi salam memilih minyak goreng. Ciri-ciri yang paling mudah dilihat adalah minyak yang berwarna bening. Serta berbentuk lebih encer, sehingga membuat minyak yang menempel pada makanan menjadi lebih sedikit.
" Pilih juga minyak yang tidak mudah beku, itu berarti mempunyai kandungan lemak jenuh lebih sedikit," imbuhnya.
Sedangkan Mulina Wijaya, Deputy Marketing Manager Sunco memberi tips untuk masyarakat awam yang ingin mengetes kadar minyak goreng yang baik untuk kesehatan. Yaitu dengan melakukan tes organoleptic. Minyak yang baik tidak memiliki rasa atau tawar seperti air saat dicecap dalam mulut.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya