8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Ilustrasi
Dream - Setelah minum susu atau makan bubur, bayi bisa saja mengeluarkan kembali apa yang dikonsumsinya. Muntah atau gumoh (regurgitasi) pada bayi sangat memicu kekhawatiran orangtua. Hal ini karena bisa saja bayi keracunan, mual atau merasa sakit, apalagi jika muntah berkali-kali.
Menurut dr. Muzal Kadim, SpA(K), muntah atau gumoh bisa jadi pertanda adanya masalah, namun bisa juga tidak. Masalah yang paling sering menyebabkan muntah pada bayi adalah refluks gastroesofagus (RGE).
" RGE ini kembalinya isi lambung ke kerongkongan dan dapat terus keluar lewat mulut menjadi gumoh atau muntah. Kandungan lambung tersebut dapat berupa air liur, minuman/makanan yang tertelan, sekresi pankreas dan sekresi cairan empedu. Regurgitasi terjadi pada hampir 70% bayi berusia 4 bulan," tulis dokter Muzal.
Sampai umur 1 tahun, kondisi RGE ini sebenarnya masih merupakan hal yang masih normal asalkan bayi tidak menolak minum susu dan berat badan bayi tetap naik terus. Bila berat badan bayi cenderung tidak naik barulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menilai derajat RGE tersebut dengan melakukan pemeriksaan pH monitoring.
Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi muntahnya adalah dengan disendawakan sesudah minum, posisi bayi saat menetek sebaiknya setengah duduk jangan sambil tiduran, dan jangan terlalu banyak bergerak setelah minum. Ada kondisi ketika kebiasaan muntah bayi ini harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Salah satunya yaitu Hipertrofi Pyloric Stenosis (HPS), suatu kelainan saluran pencernaan yang ditandai dengan menyempitnya saluran usus daerah pylorus akibat menebalnya otot dinding usus. Baca selengkapnya di sini.
Sumber: drtiwi.com
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian