Di Indonesia Bisa Bunyikan Klakson Seenaknya, Jangan Coba-Coba di Jepang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 25 Juni 2019 17:13
Di Indonesia Bisa Bunyikan Klakson Seenaknya, Jangan Coba-Coba di Jepang
Biasanya orang membunyikan klakson untuk memberi isyarat kepada pengemudi lain.

Dream – Di setiap kendaraan, klakson memiliki fungsi penting, yaitu “ komunikasi” antar sesama pengguna kendaraan bermotor. Fitur ini memberi isyarat kepada pengguna kendaraan lainnya.

Bicara tentang klakson, ternyata kebiasaan membunyikan alat ini di Indonesia berbeda dengan di Jepang.

Perwakilan PIAA Corporation, Masashi Otsuka, menilai orang Indonesia lebih suka membunyikan klakson, terutama ketika macet.

“ Ya, saya merasakan orang Indonesia senang membunyikan klakson. Tapi, bukan berarti itu hal yang buruk, melainkan untuk defence dan memberikan kode ke pengendara lain,” kata Masashi Otsuka dikutip dari Liputan6.com, Selasa 25 Juni 2019

Menurut dia, di Indonesia, pengendara bisa membunyikan klakson 10 kali dalam satu kali macet. “ Tapi, wajar saja. Jakarta adalah kota yang sibuk. Bukan meminta pengendara lain untuk minggir dan bukan untuk menyerang,” kata Masashi.

1 dari 6 halaman

Beda dengan di Jepang

Bagaimana dengan Jepang? Masahi mengatakan, pengendara di Jepang terbilang jarang membunyikan klakson. “ Mungkin hanya lima kali dalam setahun,” kata dia.

Masashi mengatakan membunyikan klakson di Jepang sama dengan mencari masalah. Orang-orang di sana tidak suka klakson yang berisik. Mereka juga merasa tersinggung jika mendengarkan klakson.

(Sumber: Liputan6.com/Amal Abdurrachman)

2 dari 6 halaman

Klakson Motor Tak Berbunyi? Cek Dulu 4 Komponen Ini

Dream – Fungsi klakson sangat penting untuk sebuah kendaraan. Meski motor masih bisa tetap dikendarai, namun klakson yang mati bisa membuat potensi terjadinya kecelakaan seperti tabrakan menjadi lebih besar.

Klakson umumnya dipakai sebagai alat peringatan untuk memberitahu kendaraan di depan atau pejalan kaki. Penggunaannya juga tak boleh sembarangan. Suara berisiknya bisa membuat orang lain terganggu.

Saat klakson mati, kamu harus segera memperbaikinya atau mengganti dengan yang baru. Tapi sebelum membeli yang baru, ada baiknya kamu mengetahui penyebab matinya klakson itu.

Dikutip dari Suzuki, Selasa 25 Juni 2019, ada empat komponen yang bisa dicek saat klakson tak bisa menyala. Hal pertama harus dicek adalah kondisi aki.

Sebagai pemasok listrik, aki yang rusak akan membuat klakson tidak berbunyi. Ciri-ciri aki yang sudah rusak adalah klakson tak mau berbunyi dan lampu tidak menyala terang. Atau, ketika kamu kesulitan menyalakan starter mobil.

Kedua, cek sistem perkabelan yang terhubung langsung dengan klakson. Umumnya, ada dua kabel, yaitu kabel listrik dan kabel massa. Kalau salah satunya lepas, klakson takkan berbunyi.

3 dari 6 halaman

Cek Baut Platina dan Buka Mur Pengunci Setang

Ketiga, mengecek baut platina. Tak hanya kabel, baut platina yang terletak di belakang klakson juga kerap menjadi biang kerok klakson mati. Posisi baut yang berubah karena pemakaian motor atau benturan, bisa membuat klakson tak mau berbunyi.

Kalau ini terjadi, bukalah mur pengunci dengan tang. Putar baut dengan obeng supaya posisinya kembali pas. Supaya lebih pas, lakukan penyetelan baut ini sembari menekan tombol klakson.

Keempat, bagian terakhir yang harus dicek adalah kondisi sakelar klakson yang ada di bagian setang. Fungsi sakelar bisa terganggu karena ada kotoran atau karat yang menempel.

Lepaskan rumah sakelar dari setang motor terlebih dahulu, kemudian bersihkan dengan ampelas halus atau bisa juga dengan cairan antikarat.

Selamat mencoba!

4 dari 6 halaman

Tak Asal Pijit, Membunyikan Klakson Ada Etika dan Fungsinya

Dream - Siapa yang tak mengenal klakson? Di dunia otomotif, klakson menjadi alat untuk saling " berkomunikasi" antar pengguna jalan. Ada kalanya juga klakson sebagai peringatan untuk kendaraan atau pengguna jalan lain.

Meski multifungsi, klakson tak bisa sesuka hati dipijit. Selain suaranya, bunyi klakson terutama di kala macet bisa membuat emosi pengguna kendaraan lain. 

Dilansir dari Suzuki, Rabu 24 Oktober 2018, ada etika tidak tertulis yang penting diketahui oleh pengguna jalan, termasuk pengendara sepeda motor.

Contohnya, ketika di jalan, ada sepeda motor yang sedang melaju dan tiba-tiba pindah jalur ke jalur yang sedang melaju. Atau, saat kamu ingin melintasi persimpangan jalan dengan jarak pandang terbatas.

Nah, saat-saat inilah klakson berfungsi. Setidaknya, kamu bisa memberi tahu keberadaan kepada pengguna jalan lain.

 

5 dari 6 halaman

Bunyi Klakson Boleh Diganti?

Oh, tentu tidak. Bunyi klakson sudah diatur dalam aturan tertulis yang telah disahkan pemerintah. Tentunya ini sudah dipatuhi oleh produsen otomotif.

Selain tak sembarangan membunyikan klakson, kita juga tak boleh seenaknya mengganti bunyi klakson. Kalau suaranya terlalu keras, pengguna jalan lain akan terganggu.

Menurut Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan pasal 69, bunyi klakson harus sesuai aturan, yaitu 83-118 desinel. Hal ini bertujuan agar tidak menimbulkan polusi suara dan diterima dengan bagus oleh indera pendengaran manusia.

Di laman situs resmi Kementerian Perhubungan, pengguna jalan juga diminta menggunakan klakson dengan bijak.

6 dari 6 halaman

Bunyi Klakson Juga Punya Arti, Lho

Hal selanjutnya yang perlu diketahui adalah bunyi klakson. Ada arti di setiap klakson yang dibunyikan. Kalau membunyikannya sekali, itu artinya sapaan.

Bunyi dua kali artinya minta perhatian atau memanggil. Atau bisa juga jadi pertanda ucapan terima kasih ketika menyalip kendaraan lain.

Bunyi klakson juga bisa menjadi pemancing emosi. Ya, kalau klakson dibunyikan dalam waktu lama tanpa putus. Tak hanya bising, pengendara lain akan tidak senang diperlakukan seperti itu. Hasilnya? Risiko keributan di jalan raya akan semakin besar.

Beri Komentar