Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Memanaskan Nasi Secara Salah Bisa Menyebabkan Keracunan Makanan. (Foto: Unsplash.com)
Dream - Nasi adalah makanan pokok orang Asia, termasuk Indonesia. Makan rasanya kurang kenyang jika tak menyantap bahan makanan dari beras tersebut.
Memakannya dengan sayuran dengan atau lauk saja, nasi tetap dicintai oleh semua orang di Asia.
Tak mengherankan jika banyak orang Asia yang memasak nasi dalam jumlah besar dan menyimpannya sebagian untuk dimakan nanti.
Salah satu cara agar nasi tetap bisa dimakan nanti adalah dengan memanaskannya berkali-kali.
Memanaskan nasi berkali-kali boleh saja, tapi harus berhati-hati jika ingin melindungi kesehatan keluarga kamu.
Jika memang ingin menyimpan untuk dimakan nanti, berikut adalah cara memanaskan nasi yang benar yang dikutip dari Times of India.
Setelah mencuci beras sampai bersih, masak pada suhu tinggi dan simpan di lemari es setelah benar-benar dingin jika ingin mengonsumsinya nanti.
Jangan pernah meninggalkan nasi segar atau yang sudah dipanaskan di kondisi terbuka dalam suhu kamar selama lebih dari 1 jam.
Membiarkan nasi dalam kondisi terbuka, maka akan memperbanyak spora (bakteri) di dalamnya. Bakteri ini berbahaya bagi perut.
Idealnya, Anda harus memanaskan ulang sedemikian rupa sehingga nasi tetap segar dan tidak basi.
Memanaskan ulang nasi bertujuan untuk menghilangkan segala jenis bakteri, yang bisa menjadi racun dalam tubuh.
Cara memanaskan yang benar adalah dengan menambahkan air ke dalam nasi dan memasaknya kembali sampai air terserap semuanya.
Selain untuk menyingkirkan bakteri, menambahkan air berfungsi untuk merehidrasi butiran beras dan mengganti kadar air yang hilang.
Biasanya, beras mentah mengandung bakteri tertentu yang disebut Bacillus Cereus, yang tidak mati meski dimasak dalam suhu tinggi.
Karenanya, mencuci beras minimal 3-4 kali sangat penting. Ketika Anda memasak nasi, spora bakteri bertahan hidup tetapi risikonya berlipat ganda ketika Anda membiarkan nasi dalam kondisi terbuka.
Bereaksi terhadap suhu kamar, spora dapat berkembang biak dan menyebabkan muntah dan bahkan keracunan makanan.
Jika sudah demikian, memanaskan nasi hanya akan memperburuk situasi. Memanaskan nasi dengan cara yang benar membatasi pertumbuhan bakteri dan melindungi Anda dari risiko keracunan makanan.
Tapi ingat! Jangan pernah memanaskan nasi lebih dari sekali. Nasi yang sudah disimpan lebih dari 3 hari harus dibuang karena tidak layak untuk dikonsumsi.
(Sah/ Sumber: Times of India)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya