7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Instagram @andreli_48
DREAM.CO.ID - Sebanyak 251 pelajar di Banggai Kepulauan, Sumatera Selatan diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu, 17 September 2025. Hingga Kamis 18 September 2025 tercatat ada 251 siswa yang dilarikan ke rumah sakit.
Para pelajar yang mengalami keracunan makanan ini berasal dari berbagai sekolah tingkat dasar hingga menengah atas. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) Trikora Salakan. Kejadian ini tentu membuat pihak rumah sakit kewalahan.
Hingga pagi tadi, sebanyak 78 siswa masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Mereka masih harus menjalani observasi karena mengalami gejala yang berat seperti sesak napas, bengkak di wajah, hingga mual dan muntah. Ratusan pelajar dilarikan ke rumah sakit diduga keracunan usai santap MBG.
Dikutip dari banggaikep.go.id, pihak rumah sakit telah mengizinkan 173 siswa untuk pulang karena kondisinya sudah membaik. Aksi cepat tanggap Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan nampak dari didirikannyya tenda darurat di halaman rumah sakit.
Sederet video yang memperlihatkan kondisi para pelajar di rumah sakit tersebar di media sosial. Dalam videonya terlihat koridor rumah sakit dipenuhi oleh para siswa yang terbaring lemas. Ada yang duduk di kursi tunggu, dan di atas brankar.
View this post on Instagram
Beberapa petugas medis nampak sibuk memindahkan pasien yang terus berdatangan. Tabung oksigen juga diisiagakan untuk menangani keadaan darurat. Orangtua dan guru yang mendampingi nampak panik melihat kondisi tersebut.
Para siswa yang menjadi korban berasal dari enam sekolah berbeda, yakni SMA 1 Tinangkung, SMK 1 Tinangkung, SDN Tompudau, SDN Pembina, SDN Saiyong, MTS Alkhairat Salakan.
Kabar keracunan massal yang terjadi di Banggai Kepulauan ini langsung menjadi sorotan. Video yang beredar di media sosial mengenai kejadian ini mendapat banyak sekali reaksi negatif. Warganet meminta kejadian ini diusut hingga tuntas.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?