Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada, Lho, Tata Caranya Jika Ingin Berkendara Dengan Membawa Anak. (Foto: Agirslguidetocaras.com)
Dream – Bagi pemilik mobil yang telah berkeluarga dan memiliki anak, bepergian dengan keluarga tentu menyenangkan. Apalagi, membawa buah hatinya turut serta.
Berkendara bersama buah hati memang membuat suasana lebih ceria. Tentu saja kalau mereka tidak sedang terserang tantrum.
Sayangya masih banyak orang tua yang mendudukkan anak di kursi depan mobil. Padahal, itu sangat berbahaya.
Dilansir dari Otosia, Sabtu 25 Agustus 2018, posisi duduk anak di kendaraaan seharusnya ditaruh di kursi penumpang baris kedua. Peringatan ini sudah diberikan oleh beberapa produsen otomotif tentang bahaya anak-anak duduk di kursi depan.
Rasa ingin tahu yang besar memancing anak untuk melihat-lihat dan memegang tombol-tombol di dashboard mobil. Ini juga menyebabkan Si Kecil tak bisa duduk manis duduk di jok belakang. Jika anak mulai lompat berpindah ke kabin depan saat orang tua sedang menyetir, ini bisa merepotkan pengemudi.
Menurut Astra World, ada tiga trik yang bisa kamu gunakan agar perjalanan berkendara dengan anak bisa aman dan nyaman. Berikut ini rinciannya.
Pertama, berilah pemahaman kepada sang anak dengan bahasa yang mudah dicerna. Hal ini perlu dikomunikasikan agar mereka paham konsentrasi mengemudi penting dilakukan ketika berkendara. Tujuannya agar penumpang dan pengendara bisa selamat sampai tujuan.
Kedua, kamu juga sebaiknya memberikan hiburan yang bisa dilihat anak di baris kedua dan seterusnya. Ini bukan berarti anak diizinkan mengakses langsung ke kabin depan.
Orang tua memberikan cara agar anak nyaman. Dengan begitu, dia akan merasa seolah-olah punya kendali di kabin depan.
Selanjutnya, apa?
Ketiga, kamu juga bisa memberikan suasana nyaman untuk anak. Caranya, memberikan sesuatu kepada anak agar tetap berada di tempatnya.
Misalnya, kamu memberikan bacaan atau cerita tentang hal-hal yang disukai. Atau, bisa juga memberikan gawai dengan konten yang ramah anak.
Ciptakanlah suasana senyaman mungkin sehingga anak tak ingin pindah ke kabin lupa. Yang terpenting, jangan lupa memasangkan sabuk pengaman untuk anak.
Selamat mencoba!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya