Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, Ada 50 Juta Akun Pengguna Facebook Yang Diretas (Foto: Shutterstock)
Dream – Facebook telah mengatur ulang puluhan juta akun pada Jumat lalu. Pengaturan ulang ini dilakukan bersamaan dengan pengumuman tentang pelanggaran data pengguna.
Peretasan ini membuat hacker bisa mengendalikan puluhan ribu akun pengguna yang terdampak.
Bagaimana caranya tahu kalau kamu bisa menjadi korban peretasan?
Dilansir dari Liputan6.com, Selasa 2 Oktober 2018, sebuah akun Facebook kemungkinan sudah diretas jika pengguna diminta relogin akunnya baik melalui aplikasi maupun web browser. Padahal sebelumnya, si pemilik akun belum pernah keluar dari akun Facebooknya.
Namun, kondisi ini juga tak sepenuhnya bisa memastikan akun tersebut sudah diretas.
Facebook mengatakan penyerang mampu mendapatkan akses token kepada 50 juta akun pengguna. Dengan akses itu, penyerang mampu masuk ke dalam akun tanpa perlu tahu nama pengguna ataupun kata sandi.
Raksasa jejaring sosial ini mengatakan password dari akun yang terdampak tidak bocor. Perusahaan ini juga belum melakukan reset password untuk akun-akun yang terdampak pelanggaran data.
Sekadar informasi, situs web dan aplikasi ini menggunakan token untuk menyimpan sesi antara browser atau aplikasi dan server yang aktif, serta login awal. Hal ini dilakukan untuk membuktikan pengguna memiliki kresendensial login yang tempat.
Token ini biasanya akan memiliki masa kedaluwarsa dari waktu ke waktu. Tapi, Facebook bisa membiarkannya bertahan sampai sebulan atau lebih sebelum meminta pengguna memverfikasi informasi login ini.
Karena token tidak dikontrol, tak ada cara untuk mencegah terjadinya pembajakan kredensial token di Facebook. Selain itu, tak ada cara bagi pengguna untuk mencegah pemblokiran identitas di masa datang.
Facebook menyarankan pengguna untuk mengatur ulang kata sandi akun Facebook. Pengaturan ulang ini bertujuan untuk mencegah upaya si penyerang yang mencoba masuk ke akun Facebook korban.
Perusahaan ini memilih untuk tidak mengatur ulang kata kunci 100 juta akun pengguna. Untuk mengatur ulang, kamu bisa masuk ke laman Facebook atau menggunakan laman Facebook di ponsel. Kemudian, memilih anak panah yang mengarah ke bawah di sudut kanan atas, kemudian pilih security and login.
Pilih Edit yang ada di samping opsi change password. Setelah mengganti, klik save changes.
(Sumber: Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya