Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Ilustrasi
Dream - Ketika anak perempuan mulai memasuki usia pubertas, ibu harus bersiap-siap mendampinginya. Terutama saat ia haid untuk pertama kali. Anak akan mengalami banyak perubahan baik fisik maupun psikologis.
Sebelum anak haid atau ketika Anda tahu ia haid, jelaskan pada si putri kalau ia kini telah beranjak remaja. Tubuhnya akan mengalami perubahan, terutama di payudara serta area intimnya. Katakan pada anak kalau ia harus berhati-hati dalam bergaul dengan lawan jenis.
" Penjelasan dibutuhkan anak karena ia akan merasa bingung dan mencari tahu di tempat lain jika tak ada yang memberitahunya. Apalagi emosinya akan naik turun dan merasakan sakit di
area perut bawah, sakit kepala, hingga mual," ujar Anandhi, seorang psikolog anak seperti dikutip dari Parents Society.
Dalam memberi penjelasan, Anda bisa menggunakan buku atau gambar di internet. Kini cukup banyak buku-buku untuk anak remaja yang menjelaskan seputar siklus haid secara sederhana dan mudah dimengerti.
Beritahu juga pada si putri kalau ia akan mengalami beberapa keluhan fisik, seperti sakit perut, nyeri di payudara, pusing dan lemas saat haid. Untuk itu minta ia makan banyak sayur dan buah agar tubuhnya tetap fit.
Jika haid datang saat hari sekolah, bekali anak dengan beberapa barang. Siapkan tas khusus, yang ukurannya mungil dan bermotif lucu. Minta putri Anda untuk selalu membawanya saat haid dan harus pergi keluar rumah.
" Isi tas tersebut dengan pakaian dalam, plastik dan pembalut. Minta anak membawanya saat sekolah. Ajari juga bagaimana membersihkan area intimnya saat haid dan ingatkan untuk mengganti pembalut secara teratur," ujar Anandhi.
Dengan persiapan tersebut anak sudah punya 'modal' pengetahuan yang cukup. Sehingga saat haid datang ia tak merasa canggung dan tahu apa yang harus dilakukan.
Apabila ia menghadapi masalah saat haid di sekolah, katakan kalau anak bisa menghubungi guru perempuannya atau pihak kesehatan di sekolah. Tekankan padanya kalau haid adalah hal wajar yang dialami setiap perempuan dan ia tak perlu malu.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
