Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Layang-layang. (Foto: Shutterstock)
Dream – Benang layangan yang putus menjadi ancaman serius bagi pemotor. Sebab, benang yang melintang di jalanan bisa menjerat opara pemotor hingga menyebabkan kecelakaan berujung kematian.
Dikutip dari Liputan6.com, Senin 22 Juni 2020, tak jarang layangan yang putus menyisakan benang di jalan dan berbahaya bagi pengendara sepeda motor, seperti kecelakaan yang terjadi di Solo, Jawa Tengah.
Seorang pengendara motor meninggal dunia karena lehernya tersayat benang layangan saat mengendarai motor.
Melihat kejadian tersebut, instruktur keselamatan berkendara yang juga founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengimbau pemain layangan untuk lebih memperhatikan situasi dan kondisi saat bermain.
" Seharusnya pemain layang-layang itu harus sadar, aktivitas yang mereka lakukan itu berbahaya jika bermain di pinggir jalan. Bahkan kalau main jauh dari jalan, entah karena putus dan lain-lain, benang layangan bisa melintang. Karena terikat di objek statis, akhirnya membahayakan bagi pengendara jalan raya," kata Jusri.
Tak hanya itu, aparat kepolisian juga diimbau untuk ikut mengambil bagian mencegah kecelakaan yang bisa merenggut nyawa karena benang layangan.
" Aparat hukum, mulai dari aparat desa, juga harus aktif mengingatkan pemain layang-layang agar menjauh dari aktivitas di sekitar jalan raya. Meski tetap memiliki resiko. Tapi dengan tindakan aparat tadi, paling tidak bisa meminimalisir peluang-peluang kecelakaan yang tidak kita harapkan," kata dia.
Jusri juga meminta pengendara untuk harus selalu waspada. Pengendara juga diminta untuk memakai kelengkapan berkendara.
“ Jangan lupa gunakan perlengkapan helm, jaket atau balaclava/buff yang menutupi leher,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya