Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi/ Foto: Shutterstock
Dream - Tren kecantikan memang tak pernah habis stagnan, selalu ada hal baru yang bikin penasaran kaum hawa untuk mencobanya. Ditambah dengan banyaknya sosial media, yang menjadi 'racun', sehingga saat rasa ingin memakai begitu tinggi, maka langsung membeli.
Terlebih lagi bagi seorang pemula, yang ingin mencoba segalanya atau terbawa FOMO (Fear Of Missing Out). Ashilla Sikado, seorang Beauty Content Creator bercerita kalau banyak perempuan yang ingin ikut tren kecantikan sehingga membuatnya jadi membeli banyak produk viral.
“ Karena mungkin bagi beberapa pemula ada gitu yang bingung pilih skincare dan makeup yang bener, nah dengan adanya yang viral ini itu kan dibahas terus kan sama banyak orang, itu kan pasti lebih noticeable gitu kan, dan ini mungkin yang buat mereka lebih terbantu,” kata Ashilla di acara Re-Launch Program 'Produk Trending' Guardian, Selasa 23 Mei 2023.

Ia mengingatkan agar tidak langsung mengikuti tren produk kecantikan yang ramai di media sosial, tapi kenali dulu kebutuhan kulit. Jangan sampai jadi mubazir atau malah berdampak buruk bagi kullit.
“ Sebenarnya jadi salah satu warning juga untuk kita, jangan mentang-mentang ini trending kalian jadi kayak FOMO (Fear Of Missing Out), jadi itu juga harus disesuaikan dengan kebutuhan kulit kita," kata Ashilla.
Sejalan dengan Ashilla, Marketing Manager Guardian Indonesia, Tika Lestari menyampaikan bahwa produk yang trending juga harus disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing penggunanya. Karena itu, diperlukan edukasi kepada pengguna mengenai produk-produk yang viral tersebut salah satunya melalui media sosial.
“ Balik lagi produk trending ini kan cocok-cocokan sama muka, cara kita meng-educate customer kita adalah pastinya di media sosial kita selalu highlight USP (Unique Selling Proposition) dan benefitnya,” kata Tika.

Untuk mempermudah masyarakat menemukan produk kecantikan viral, Guardian Indonesia kembali menghadirkan kategori “ Produk Trending” dengan berbagai produk Skincare dan Makeup yang menjadi most wanted dan best-selling beauty product di media sosial.
Adapun 'Produk Trending' yang tersedia pada display khusus di toko Guardian seluruh Indonesia adalah brand lokal dan internasional. Seperti The Originote, Skintific, Somethinc, Azarine, YOU, NPure, Hanasui, hingga Implora.
“ Produk Trending” tersebut telah tersedia di toko seluruh Guardian Indonesia mulai 18 Mei 2023, dengan pilihan harga yang terjangkau mulai dari Rp18 ribu hingga Rp350 ribuan Selain di 320 toko di seluruh Indonesia, pengguna produk kecantikan juga bisa menemukan kategori ‘Produk Trending’ ini melalui aplikasi belanja Guardian ID.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya