Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Bisnis berbasis syariah memang sedang berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terjadi seiring dengan prinsip syariah atau gaya hidup berlandaskan syariat Islam yang mulai banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan ketenangan hati dan keberkahan di masa depan.
Biarpun bisnis syariah mulai banyak dijalankan, tapi belum banyak yang memahami gimana cara melakukan laporan keuangan untuk model bisnis yang satu ini. Padahal, laporan keuangan itu penting buat mencatat asset dan mengetahui posisi keuangan usaha saat ini. Nah, topik inilah yang dibahas dalam Kelas Online Strategi Agar usaha Tidak Rugi? Di Sini Jawabannya yang digelar oleh Bukalapak x Zurich. Simak rangkumannya berikut ini!
Jangan disepelekan, laporan keuangan penting banget buat para pemangku kepentingan. Dijelaskan oleh Yusron, Head of Syariah Adira Finance, tujuannya adalah untuk membantu mencapai keadilan sosial ekonomi dan mengenal sepenuhnya kewajiban kepada Tuhan, Individu, dan masyarakat yang berhubungan dengan pihak terkait pada aktivitas ekonomi.
Ada 3 asumsi dasar laporan keuangan yang wajib diketahui:
Dalam menjalankan bisnis syariah, laporan keuangan sangat diperlukan untuk menentukan langkah bisnis berjalan. Dalam kelas online tersebut, Yusron menambahkan nantinya sebuah laporan keuangan yang baik akan memiliki manfaat sebagai berikut:

Sistem usaha dan pencatatan akuntansi sendiri terbagi menjadi dua, yaitu konvensional dan syariah. Ada beberapa perbedaan mendasar antara kedua sistem ini. Misalnya saja sistem ekonomi syariah yang menerapkan prinsip keadilan sama rata baik keuntungan atau kerugian. Hal ini bisa membantu para peminjam modal karena kesepakatan modal tidak ditentukan oleh bunga yang terus berubah karena fluktuasi ekonomi.
Selain itu, modal usaha sistem syariah banyak digunakan oleh pebisnis pemula karena tidak memakai sistem bunga yang membebani. Pembagian keuntungan pun didapatkan dari bagi hasil yang umumnya didasari pada kesepakatan yang fleksibel.
Itu tadi beberapa penjelasan tentang laporan keuangan syariah dari Kelas Online Strategi Agar usaha Tidak Rugi? Di Sini Jawabannya yang digelar oleh Bukalapak x Zurich. Semoga bisa membantu perkembangan bisnis kamu ya!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya