Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mangkuk ReDestu (Foto: Japan Insides)
Dream - Soyu atau kecap asin khas Jepang jadi bumbu pendamping yang wajib ada di meja makan masyarakat Jepang. Biasanya, soyu dijadikan campuran masakan atau menjadi cocolan untuk hidangan sushi atau sashimi.
Untuk menyajikannya, disediakan wadah khusus berukuran mungil. Mirip mangkuk tapi versi mini. Soyu akan dituang di mangkuk tersebut.
Siapa sangka kalau mangkuk tersebut bisa jadi karya seni unik.

Saat disiram, cairan soyu, akan muncul lukisan yang sangat menarik. Mangkuk tersebut diproduksi oleh ReDestu. Banyak orang yang terpana saat soyu dituang ke dalamnya.
Pada bagian permukaan wadah kecil terdapat ukiran. Saat kondisinya bersih, hanya tampak seperti pahatan dan permukaan yang tak rata.

Nah, begitu dituang saus, mata akan langsung dimanjakan dengan lukisan yang apik.
Ada yang bergambar kuil, kucing atau gunung Fuji. Mangkuk unik dijual Rp143 ribu. Ingin mengkoleksinya, Sahabat Dream?
Sumber: Japan Insides
Dream - Bagi Sahabat Dream yang suka makan di restoran Jepang, pasti akrab dengan menu tempura. Berupa gorengan udang, ikan atau sayuran yang berlumur tepung garing kaya bumbu.

Mungkin kamu mengira kalau menu gorengan ini berasal dari Jepang. Tapi kenyataannya tak demikian.
Tempura ternyata berasal dari Portugis yang telah diadopsi dan dipopulerkan masyarakat Jepang.
Dikutip dari NDTV, tempura' berasal dari kata Latin " tempora" yang berarti 'The Ember Days' yaitu ketika umat Katolik menahan diri untuk tidak mengonsumsi daging. Sebagian besar warga Portugis adalah penganut Katolik.
Warga mengolah gorengan tempora agar menghasilkan lauk yang nikmat meski tak mengonsumsi daging. Rupanya menu ini menyebar ke Jepang dan menjadi sangat populer dengan sebutan tempura.

Jenis tempura yang paling disukai di Jepang adalah udang tempura. Ikan, cumi-cumi serta sayuran seperti paprika, brokoli, wortel, dan jamur juga bisa dijadikan olahan tempuran lezat. Bagi vegetarian biasanya hanya mengonsumsi tempura sayur atau Yasai tempura.
Kunci dari kelezatan tempura adalah adonan tepung dan ketepatan saat menggorengnya. Suhu minyak juga menjadi faktor penting untuk mendapatkan hasil gorengan yang garing sempurna.
Banyak yang menganggap tempura adalah gorengan sederhana. Padahal, dalam mengolahnya dibutuhkan pengetahuan memasak dan keterampilan khusus.
(Sah, Laporan Tri Yuniwati)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya