Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Harga Minyak Goreng Curah Direncanakan Naik Per 1 Januari 2020 (Foto: Shutterstock)
Dream - Harga minyak goreng curah direncanakan akan naik per 1 Januari 2020. Keputusan Kementerian Perdagangan tersebut muncul dengan mempertimbangkan alasan kesehatan karena minyak goreng rawan dioplos.
Dengan rencana tersebut, harga minyak goreng curah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dilepas di kisaran Rp10.500 per liter. Sementara HET minyak kemasan Rp11 ribu per liter.
Meski baru rencana, usul menaikkan harga minyak goreng curah mendapat penolakan dari masyarakat. Martini, seorang pedagang nasi padang di Cawang, Jakarta, tak menutup kemungkinan akan menaikkan harga jual makanannya mengikuti kenaikan harga minyak goreng curah.
" Bisa naik harganya, karena nggak ada pedagang mau rugi. Kita pun sama," ujar wanita berusia 45 tahun itu dikutip Dream dari Merdeka.com, Selasa, 8 Oktober 2019.
Martini menjelaskan minyak termasuk kebutuhan utama memasak. Dengan kenaikan harga, tak ada jalan lain selain menaikkan harga jual makanannya.
Menurut Martini, dia selama ini menggunakan minyak goreng curah karen lebih murah. Sementara minyak goreng kemasan biasanya harganya tak pernah tetap.
" Cari yang paling murah juga tetap mahal dia itu (minyak goreng kemasan," keluhnya.
Dalam sehari, Martini bisa menghabiskan sekitar 5-7 liter minyak goreng. Jika dihitung, pengeluarannya untuk minyak goreng curah mencapai Rp52.500-73.500 per hari.
Jika menggunakan minyak goreng kemasan, Martini harus merogoh uang lebih dalam. Dia bisa menghabiskan Rp55.000 - 77.000 per hari.
" Kalau dihitung-hitung bisa segitu sehari. Tapi kan kita jualan, bukan cuma hitung sehari. Pakai minyak kemasan juga susah, Bimoli itu berapa coba? Ada yang lebih murah, tapi jarang juga ketemu harga Rp 11.000 per liter itu," katanya.(Sah/ Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya