Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Yuzu Sushi (Foto: Yuzu Sushi)
Dream - Sushi memang berasal dari Jepang, tapi menu satu ini sudah seperti sajian internasional. Disukai oleh masyarakat lintas negara dan budaya, sushi pun banyak dikembangkan menjadi menu fusion, dengan terobosan yang unik.
Sebuah restoran sushi di Chichago, Amerika Serikat, membuat varian sushi yang sangat unik, dikenal dengan nama sushi art. Tampilan sushi ini sangat mencuri perhatian dengan warna-warna menyala.
Sangat jauh berbeda dengan tampilan sushi tradisional, sushi di restoran Yuzu Sushi ini begitu 'centil. Saus pelengkap aneka warna dibentuk sedemikian rupa di piring penyajian.
Koki utama restoran ini berasal dari Thailand, Chef Vongchana. Awal membuka Yuzu Sushi, ia memang tak hanya ingin menyajika menu sushi Jepang, tapi membuat menu yang merupakan perpaduan rasa khas asia, seperti masakan Jepang, Thailand dan Korea.

Tak heran, menu-menu yang dihadirkan memang cukup unik dan tak ada di tempat lain. Rasanya juga diklaim jauh lebih berani.

Chef Vonganchana percaya, setiap orang bukan hanya makan dengan mulut dan merasakan makanan dengan lidah, tapi juga mata. Untuk itu, ia sangat memikirkan detail tampilan menu masakannya.

Hal itulah yang membuat sushi roll buatannya begitu berbeda. Disajikan dengan penuh saus yang ditata dengan teatrikal. Bisa berbentuk naga, burung atau hal lain yang menurutnya mengagumkan.
Bahan-bahan sushi pun bukan hanya sekadar bahan standar. Ada tambahan lain yang membuat rasa menjadi 'pop' di mulut. Seperti jahe goreng, asparagus panggang, cracker keju serta Sriracha.

Bagi mereka yang suka bertualang rasa, Yuzu Sushi memang jadi tempat yang pas. Rasa sushi yang baru dan mengejutkan bisa ditemukan di sini.
Sumber: The Chic Us
Dream - Sekilas hindangan kimbap ala Korea dan sushi ala Jepang terlihat sangat mirip. Makanan ini berupa nasi pulen yang digulung dengan isian beragam lalu dibalut dengan rumput laut kering atau nori.
Meski penampakannya sama, tapi dua menu ini memiliki rasa yang sangat berbeda. Dikutip dari NDTV, Kimbap atau Gimbap adalah makanan khas Korea. 'Gim' sendiri berarti adalah lembaran rumput laut dan 'bap' mengacu pada nasi yang dimasak.
Hidangan ini sering dinikmati sebagai makan siang ringan bersama dengan danmuji (lobak acar kuning) dan Kimchi dan merupakan makanan yang populer di Korea.
Perbedaan Kimbap dan Sushi
Kimbap dan Sushi berbeda dalam hal penggunaan beras dan isinya. Pada sushi Jepang, nasi dibumbui dengan cuka sedangkan dalam Kimbap dicampur dengan minyak wijen dan rasanya sedikit lebih manis.

Untuk isian, sushi biasanya menggunakan ikan mentah. Sementara Kimbap, isinya berupa makanan yang dimasak atau diawetkan.
" Isi untuk Kimbap bisa berupa keju, cumi-cumi, danmuji (lobak acar kuning), daging ham dan kepiting hingga potongan telur, bayam, wortel, akar burdock , mentimun dan tuna kalengan," kata chef Manoj Rawat, sous Chef di hotel Le Meridien.
Beras yang digunakan dalam Kimbap juga bervariasi. Bukan hanya beras putih, Kimbap juga bisa berasal dari beras merah atau beras hitam.
Dalam membuat kimbap rumput laut terlebih dulu dipanggang di atas api kecil. Sayurannya, bisa berupa tumisan yang dibumbui dengan garam. Untuk menggulungnya, tidak jauh berbeda dengan sushi, yaitu menggunakan gulungan khusus.

Untuk ukuran, Kimbap cenderung lebih besar daripada sushi. Isiannya juga lebih banyak. Menu ini merupakan sajian favorit warga Korea jika melakukan perjalanan dan ingin mengonsumsi makanan praktis dan sehat.
(Sah, Laporan: Tri Yuniwati)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya