Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Marah (Shutterstock.com)
Dream - Bagi umat Islam, puasa tak hanya sekadar menahan makan dan minum. Tetapi juga menahan nafsu dan mengendalikan diri.
Mengendalikan emosi saat perut lapar tentu bukanlah hal yang mudah. Untungnya, Alquran dan Hadis banyak memberikan tuntunan cara mengendalikan emosi.
Berikut ini cara mudah mengendalikan nafsu dan emosi saat puasa Ramadan.
Berzikir

Saat berzikir, kita mengalihkan pikiran dari masalah dan mengingat kuasa Allah SWT. Alhasil perasaan menjadi lebih tenang dan emosi buruk pun mereda. Keutamaan berziki ini disebutkan dalam Alquran surat Ar-Ra'du ayat 28.
" (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."
Rasa segar percikan air wudhu memberikan ketenangan saat menghadapi masalah. Cara ini sesuai hadis Nabi Muhammad SAW yang menyarankan berwudhu untuk menahan nafsu dan mengendalikan emosi.
Dari Athiyyah As Sa’di Radhiyallahu 'Anhu berkata, Rasulullah bersabda, " Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu."

Wudhu @shutterstock.com
Mengubah posisi tubuh
Perubahan posisi tubuh dapat mengurangi rasa marah atau emosi buruk lainnya. Saat merasa marah dalam posisi berdiri, kamu bisa mengubah posisimu dengan duduk. Saat marah dalam posisi duduk, maka berbaringlah.
Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, " Jika salah seorang dari kalian marah saat berdiri, hendaknya ia duduk, kalau belum pergi amarahnya, hendaknya ia berbaring."
Diam memang tak menyelesaikan masalah. Tetapi berbicara atau mengambil keputusan saat marah, terkadang bisa menjadi bumerang karena kita tak sulit mengontrol kata yang diucapkan.
Alih-alih menyelesaikan masalah, urusan kita malah menjadi runyam. Berbicaralah saat perasaan lebih tenang.
Dari Ibnu Abbas dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:" Barang siapa marah, hendaknya diam (dulu)."
Membaca Alquran

Nama lain Alquran ialah Asy Syifa yang artinya obat penyembuh. Alquran bisa menyembuhkan penyakit hati dengan membaca dan memahami Alquran.
Itulah beberapa cara mengendalikan emosi berdasarkan Alquran dan Hadis.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya