Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Waspadai Penjual Nakal Ketika Membeli Mobil Bekas. (Foto: Shutterstock)
Dream – Agar punya harga tinggi, terkadang penjual mobil bekas nakal akan melakukan beberapa kecurangan. Salah satunya dengan memanipulasi jarak tempuh kilometer di panel cluster agar mobil yang dijualnya.
Mobil ini akan dimanipulasi seakan-akan jarang digunakan atau memiliki jarak tempuh yang rendah. Cara berjualan seperti ini sangat merugikan konsumen karena bisa mengaburkan kualitas produk yang akan dibelinya.
Lalu, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui si penjual mengutak-atik kilometer mobil tersebut atau tidak? Jawabannya ada. Begini cara mengetahui rekayasa kilometer mobil, sebagaimana dikutip dari Suzuki, Rabu 8 Mei 2019.
Sebenarnya pihak pabrikan sudah memperhitungkan hal ini. Mereka sudah menanamkan fitur khusus yang membuat orang lain tidak bisa memanipulasi jarak tempuh mobil tersebut.
Tujuannya, selain sebagai cara untuk melihat jarak pemakaian mobil, jarak tempuh yang tersemat pada panel cluster sangat dibutuhkan untuk mengukur perkiraan penggantian komponen dalam mobil tersebut, dan menentukan waktu servis rutin.
Nah, untuk mengetahui apakah jarak tempuh yang tertera pada panel cluster benar-benar nyata atau hasil oprekan, kamu bisa memperhatikan kondisi fisik dari mobil tersebut.
Logikanya, mobil dengan jarak tempuh rendah berarti jarang digunakan. Nah jika mobil jarang digunakan, otomatis kondisi bodi mobil masih sangat mulus, dan cat masih mengkilap. Tidak mungkin mobil yang jarang dipakai disimpan di luar rumah.
Cara lainnya, cek komponen mobil, dari mulai kondisi ban. Apakah ban tersebut sudah botak, atau justru terlihat masih bagus.
Selain itu, perhatikan juga interior mobil, terutama bagian jok. Jika jok sudah terlihat kusam, dapat dipastikan mobil tersebut sering digunakan.
Cek juga bagian atas mobil, dan bandingkan dengan cat bodi samping. Bagian atas mobil biasanya jarang diperhatikan.
Makanya, jika cat pinggir masih bagus dan cat atas justru terlihat agak kusam, itu tandanya mobil tersebut sering terkena sinar matahari, dan mungkin mobil capek (sering digunakan).
Agar lebih aman dan tidak tertipu penjual nakal, sebaiknya jangan tergoda dengan harga yang murah.
Jika kurang mengerti tentang mobil, mendingan ajak orang lain yang kamu percaya, dan jadikan dia sebagai penasihat saat akan membeli mobil bekas. Semoga bermanfaat!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya