Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Menyetir Mobil. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Tujuannya untuki mengurangi laju penyebaran virus corona.
Namun sebagian masyarakat, terutama di bidang pelayanan jasa publik, terpaksa beraktivitas di luar rumah.
Untuk mencapai tempat kerja, beberapa orang menggunakan berbagai moda tansportasi yang ada. Dari membawa kendaraan pribadi (mobil atau sepeda motor) ataupun angkutan umum.
Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 24 Maret 2020, Trainer dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan pengguna mobil pribadi memang tidak terlalu rentan tertular virus yang pertama kali teridentifikasi di Wuhan, Cina tersebut.
Berbeda dengan pengemudi motor atau pengguna kendaraan umum yang harus bersinggungan dengan udara atau orang lain secara langsung.
" Kalau mobil memang lebih terlindungi, karena berada di kabin selama kaca tidak dibuka. Mulai sekarang, mode sirkulasi AC juga diubah, tidak yang keluar dan ke dalam tapi cukup di dalam saja," kata Sony kepada Liputan6.com.
Sementara itu, saat berkendara di luar kota juga bisa membuka jendela jika daerahnya memungkinkan.
" Tapi kalau di dalam kota, atau perkotaan usahakan jangan buka jendela," tegasnya.
Sedangkan bagi pengemudi, usahakan selalu bersihkan kendaraan setelah digunakan, seperti setir mobil, handle pintu, tombol, ataupun komponen yang sering dipegang saat berkendara.
Penumpang kendaraan umum, disitat dari berbagai sumber, di saat pandemi Covid-19 ini, juga wajib melakukan cuci tangan dengan sabun atau membawa hand sanitizer sebelum naik kendaraan. Jika memungkinkan hindari bertransaksi tunai dan pilih pembayaran cashless.
Lalu, batasi juga berinteraksi fisik dengan pengemudi. Jika bertransaksi tunai, selalu cuci tangan dengan hand sanitizer sebelum dan sesudah pembayaran.
Terakhir, kalau naik kendaraan bermotor, peganglah pegangan dengan tangan di belakang kursi penumpang dan jangan memegang pengemudi.
(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya