BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Melissa Kayser (kiri) Dan Lisa Auten (kanan)
Dream - Melissa Kayser (33) sangat ingin menjadi ibu lebih dari apapun di dunia ini. Sederet usaha dilakukannya, seperti mengikuti program peningkatan kesuburan dan bayi tabung. Melissa sempat hamil, tapi tak selalu berakhir dengan baik.
" Aku merasa sangat gagal. karena kodratnya wanita adalah hamil dan melahirkan seorang bayi, ketika tak bisa melakukannya tentu saja sangat merasa putus asa" ujar Melissa, seperti dikutip dari Inside Edition.
Melissa sudah mengalami 9 kali keguguran. Kesedihan dan putus asa tentu saja dirasakannya. Dokter pun menyarankan Melissa mencari ibu pengganti (surrogate mother) untuk menjalani kehamilan.
Program surrogate mother ini adalah menaruh embrio yang dikembangkan melalui sel telur ibu dan sel sperma ayah. Untuk kemudian embrio tersebut ditaruh dalam rahim ibu pengganti. Menanggapi saran dokter, Melissa sempat takut dan ragu.
" Aku tak tahu apakah aku sanggup menangani masalah emosi ketika anakku berada di rahim perempuan lain," ujar Melissa.
Perasaan tersebut pun berubah jadi sebuah keyakinan dan kebahagiaan, ketika sang kakak Lisa Auten (35) menawarkan dirinya menjadi ibu pengganti. " Awalnya aku memang menawarkannya secara bercanda, Melissa tidak percaya, setelah itu aku baru menawarkannya secara serius," kata Lisa.
Melissa sempat ragu dengan keputusan sang kakak karena Lisa memang sejak lama memutuskan untuk tidak menikah dan memiliki anak. Ketika ia menawarkan rahimnya untuk mengandung keponakannya tentu Melissa sangat terharu.
Prosedur medis pun dilakukan, dua embrio ditanam dalam rahim Lisa. Beberapa lama kemudian diketahui kalau dua embrio tersebut berkembang dengan baik. Lisa hamil anak kembar.

Kehamilan pun dijalaninya dengan baik dan ia menikmatinya. Tapi Lisa mengungkap hal itu tak lantas membuatnya berhasrat menjadi orangtua.
" Aku memang memiliki hubungan dengan keponakanku, tapi aku tidak memiliki hasrat untuk menjadi orangtua. Aku akan tetap sayang mereka," ujar Lissa.
Akhirnya, setelah 9 bulan Lisa melahirkan bayi kembar. Melissa menamai anaknya Ashlynn dan Tierney. Ia sangat berterima kasih pada sang kakak dan merasa memiliki 'utang' yang tak akan pernah bisa dibayar kaeena kebaikan Lisa.
" Tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan rasa terimakasihku pada Lisa. Ia memberika hidupnya selama 1 tahun, demi agar aku memiliki keluarga yang utuh. Aku tak akan pernah bisa membayarnya dengan apapun," kata Melissa.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan