Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Facebook Wan Jun
Dream – Masyarakat Singapura sebagian besar tinggal di flat atau apartemen. Sangat sulit untuk bercocok tanam, apalagi untuk memelihara pohon buah yang biasanya berukuran besar.
Seorang kakek bernama Steven Tan membuktikan kalau balkon juga bisa dimanfaatkan untuk menaman pohon buah. Tinggal di kawasan Bukit Panjang, pria berusai 66 tahun ini menanam berbagai pohon buah dan hasilnya sangat tak diduga.
Buah-buahan seperti melon, paria, jambu, apel berhasil ditanamnya dan berbuah segar di balkon. Kakek satu bahkan menjadi viral, karena pengalamannya diunggah sang putri bernama Wan Jun, di laman Facebooknya.

Dikutip dari Mothership, Tan sudah menanam berbagi sayur dan buah di balkon selama bertahun-tahun. Hasil panennya cukup melimpah. Ia bercerita bahwa buah dan sayuran pertama kali ditanam di pot yang diletakkan di sepanjang koridor luar apartemen mereka.
Tanaman hanya tumbuh sekitar satu meter, sehingga tidak mengganggu tetangga. Keluarga Tan tinggal di unit sudut yang membuat tanaman merambat dengan mudah di sepanjang jendela mereka.

Tanaman merambat ini kemudian diikat ke tongkat, yang menurut Tan lebih ringan daripada bambu biasa dan ikatan kabel digunakan untuk mengamankannya. Dia juga memberikan jaring-jaring di bawah buah untuk mencegahnya jatuh ke tanah.
Menanamnya di luar jendela dapat memastikan tanaman bernapas dan mendapat paparan sinar matahari yang cukup. Menurut Tan, tanaman membutuhkan banyak perawatan dan kasih sayang seperti memastikannya mendapatkan cukup air dan nutrisi.
Ia juga mengatur tanah pembibitan dan menambahkan pupuk secara teratur. Dibuat juga kolam kecil untuk mengalirkan air ke tanaman melalui pipa yang diatur menggunakan pengatur waktu. Hal ini sangat berguna untuk memastikan tanaman disiram ketika keluarga sedang bepergian.

Tan berbagi bahwa hobinya ini merupakan cara untuk bersantai dari pekerjaanya di industri konstruksi. Menurutnya, memandang tanaman bisa memanjakan mata.
“ Setiap hari melihat matahari, hujan, beton, logam, saat pulang melihat ikan, air, tanaman, buah-buahan,” katanya.
Ia menambahkan tanaman yang dipeliharanya membantu menghidupkan rumahnya ketika harus tinggal di 'hutan beton' seperti Singapura.
Laporan: Elyzabeth Yulivia
Dream - Buah nangka terkenal dengan rasanya yang manis dan legit. Bisa dimakan langsung atau dicampur dengan bahan makanan lain. Di Indonesia, kita bisa dengan mudah mendapatkan buah tropis ini.
Bagaimana dengan di negara Eropa seperti Swiss? Kita bisa mendapatkan nangka di negara cantik ini, tapi harganya selangit. Sebuah supermarket di Zurich, Swiss menjual buah nangka dengan harga mencapai Rp2,5 juta.

Untuk di Indonesia harga nangka per kilonya hanya berkisar Rp 20.000-Rp 50.000. Dikutip dari Mothership SG, buah nangka mahal ini tiba-tiba viral karena cerita dari seseorang asal Singapura yang tinggal di Zurich. Ia mengaku sangat terkejut saat pergi ke supermarket dan melihat harga nangka.
Wanita bernama Tan ini mengatakan awalnya ia pergi ke supermarket yang ada di Kota Zurich untuk mencari buah nangka. Tan berencana ingin membuat camilan dan snack dari nangka untuk teman-temannya yang akan bermain ke rumahnya.

Selama 11 tahun tinggal di Zurich, Swiss, ia memang belum pernah membeli nangka. Biasanya saat ia ingin buah-buah tropis ia akan pergi ke supermarket Chinese dan hanya membeli buah mangga, leci, dan kelengkeng.
Ia sangat terkejut ketika menemukan harga buah nangka di supermarket yang sangat mahal. Untuk satu buah nangka utuh seberat 9,1 kg, harga yang dibanderol hingga 181 Swiss Franc atau kurang lebih Rp2,5 juta. Dengan kisaran harga Rp286 ribu untuk per kilogramnya.

Melihat harga nangka yang tidak wajar, Tan pun mengurungkan niatnya untuk membeli buah itu. Ia mengatakan bahwa sayang untuk mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk buah nangka saja. Walaupun mahal, Tan merasa harga nangka ini merupakan hal yang wajar. Pasalnya, sangat sulit untuk menemukan buah-buahan tropis bahkan makanan dari Asia.
Laporan Afifah Cinthia Pasha/ Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya