Chanel Takkan Lagi Pakai Kulit Buaya dan Ular

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 5 Desember 2018 14:30
Chanel Takkan Lagi Pakai Kulit Buaya dan Ular
Keputusan ini mendapatkan apresiasi dari banyak pihak.

Dream – Chanel, brand fashion ternama dunia, memutuskan berhenti menggunakan kulit hewan eksotis untuk produk-produk mewahnya, Keputusan untuk tak lagi memakai kulit buaya dan ular ini diapresiasi kalanga aktivitas hak asasi hewan.

“ Kami tidak akan lagi menggunakan kulit eksotis dalam kreasi kami pada masa depan,” kata pimpinan Chanel, Bruno Pavlosky, dikutip dari Al Arabiya, Rabu 5 Desember 2018.

Tas, mantel, dan sepatu yang terbuat dari kulit buaya, ular, dan ikan biasanya dijual dengan harga premium. Produk yang terbuat dari kulit ini bisa dijual hingga US$10.300 sekitar Rp149 juta.

Di situs resmi Chanel, tas yang terbuat dari kulit piton sudah tak bisa lagi dilihat konsumen sejak kemarin (Selasa, 4 Desember 2018). Sementara tas bekasnya masih dijual dengan harga 5.500 euro (Rp89,77 juta) secara online.

Perancang veteran Cannel, Karl Lagerfeld, mengatakan pihaknya memang semula menjatuhkan pilihannya kulit hewan eksotis untuk membuat desain fashionnya.

“ Ini adalah pilihan yang bebas,” kata Lagerfeld kepada Women’s Wear Daily.

1 dari 1 halaman

Aktivis Hak Hewan Bersorak

People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menyambut baik keputusan Chanel tersebut. Organisasi ini juga meminta industri fesyen mengikuti brand fesyen asal Perancis itu.

“ Tak ada fesyen tentang menggunakan kulit yang dicuri dari hewan yang disiksa (terlebih dahulu),” kata PETA.

Langkah ini, kata organisasi itu, bisa menghindarkan hewan dari penyiksaan dan kematian yang pedih.

Sekadar informasi, merek fesyen ternama telah memutuskan untuk berhenti menggunakan bulu hewan. Sebut saja Gucci, Armani, Versace, dan John Galliano. Chanel menjadi brand mahal terbaru yang memutuskan untuk berhenti menggunakan kulit hewan.(Sah)

Beri Komentar