Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Chanel Memutuskan Takkan Lagi Menggunakan Bahan Dari Kulit Hewan Eksotis(Foto: Shutterstock)
Dream – Chanel, brand fashion ternama dunia, memutuskan berhenti menggunakan kulit hewan eksotis untuk produk-produk mewahnya, Keputusan untuk tak lagi memakai kulit buaya dan ular ini diapresiasi kalanga aktivitas hak asasi hewan.
“ Kami tidak akan lagi menggunakan kulit eksotis dalam kreasi kami pada masa depan,” kata pimpinan Chanel, Bruno Pavlosky, dikutip dari Al Arabiya, Rabu 5 Desember 2018.
Tas, mantel, dan sepatu yang terbuat dari kulit buaya, ular, dan ikan biasanya dijual dengan harga premium. Produk yang terbuat dari kulit ini bisa dijual hingga US$10.300 sekitar Rp149 juta.
Di situs resmi Chanel, tas yang terbuat dari kulit piton sudah tak bisa lagi dilihat konsumen sejak kemarin (Selasa, 4 Desember 2018). Sementara tas bekasnya masih dijual dengan harga 5.500 euro (Rp89,77 juta) secara online.
Perancang veteran Cannel, Karl Lagerfeld, mengatakan pihaknya memang semula menjatuhkan pilihannya kulit hewan eksotis untuk membuat desain fashionnya.
“ Ini adalah pilihan yang bebas,” kata Lagerfeld kepada Women’s Wear Daily.
People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menyambut baik keputusan Chanel tersebut. Organisasi ini juga meminta industri fesyen mengikuti brand fesyen asal Perancis itu.
“ Tak ada fesyen tentang menggunakan kulit yang dicuri dari hewan yang disiksa (terlebih dahulu),” kata PETA.
Langkah ini, kata organisasi itu, bisa menghindarkan hewan dari penyiksaan dan kematian yang pedih.
Sekadar informasi, merek fesyen ternama telah memutuskan untuk berhenti menggunakan bulu hewan. Sebut saja Gucci, Armani, Versace, dan John Galliano. Chanel menjadi brand mahal terbaru yang memutuskan untuk berhenti menggunakan kulit hewan.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya