Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Belanja/ Foto: Shutterstock
Dream - Belanja online pernah menjadi tren di seluruh dunia terutama ketika era pandemi Covid-19 menghadang. Metode ini dianggap nyaman sekaligus aman karena membatasi interaksi dan aktivitas antara pembeli dan penjual.
Namun meredanya pandemi Coid-19 mengubah kebiasaan masyarakat. Tren belanja offline kembali marak karena masyarakat yang membutuhkan interaksi secara fisik sekaligus melepas penat setelah hampir dua tahun menahan diri beraktivitas di luar rumah.
Perubahan pola belanja ini terekam dair laporan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO) 2022 yang menyebutkan 60 persen masyarakat sudah mulai berbelanja secara offline, baik ke pasar modern maupun tradisional.
Sementara itu, 25 persen memilih untuk tetap berbelanja secara online, dan sisanya sebanyak 15 persen masyarakat memilih hybrid.

" Sekarang konsumen sesungguhnya tidak mempersoalkan offline atau online, mereka akan berbelanja di tempat yang nyaman, aman, menyenangkan dan menguntungkan bagi mereka," ujar Herman Nagaria, Direktur Utama PT Star Maju Sentosa pada acara peluncuran fitur dan layanan Rambla Super Department Store, Rabu 31 Mei 2023.
Perubahan pola belanja ini disambut Rambla Super Department Store dengan menawarkan konsep tempat yang nyaman dan menyenangkan.
" Konsumen tidak hanya dapat berbelanja aneka pakaian wanita, pria dan anak tetapi juga beragam pilihan produk makanan dan minuman, serta kebutuhan rumah tangga sehari-hari dalam kategori groceries kami,” tambah Herman.

Rambla Super Department Store berlokasi di Mall Kelapa Gading 1, lantai 1 dan 2 ini juga menghadirkan Candy Treats yang menyediakan aneka produk permen hingga cokelat premium yang cocok untuk menghibur anak-anak.
“ Untuk yang ingin menunggu anak dan istri berbelanja ada pun di sini ada cofee corner dengan beragam varian kopi. Sebagai negara penghasil kopi yang termasuk besar kami menyediakan ada 46 varian kopi baristanya pun terlatih,” tambah Herman.

Selain itu, Rambla juga mempunyai sub-brand Bunny&Klin yang menjual produk koleksi unik dari aksesoris fashion, mainan hingga pernak-pernik home & living.
" Kami menawarkan fleksibilitas cara belanja. Konsumen tidak perlu bingung memilih antara belanja online maupun offline. Mereka bisa datang ke toko untuk melihat produk terlebih dahulu, dan bisa memesannya secara online, melalui Rambla Application Store, atau sebaliknya,” tambah Herman
Dream - Semenjak menjalani berbagai aktivitas dari rumah, mungkin kehadiran paket belanja jadi kebiasaan baru yang dinantikan setiap harinya. Siapa di antara Sahabat Dream yang sejak sekolah atau bekerja dari rumah jadi lebih banyak belanja online? Hayo ngaku!
Tidak masalah kok jika kamu makin rajin belanja. Sepanjang barang yang dibeli benar-benar dibutuhkan dan disesuaikan dengan kondisi keuangan kamu.
Beraktivitas sepanjang hari di rumah memang membuat kita lebih mudah lelah, bosan, stres, bahkan emosi. Apalagi jika sampai berbulan-bulan.
Tanpa disadari, belanja ternyata bisa menjadi salah satu cara menghilangkan stres loh. Menurut hasil penelitian dari University of Michigan, berbelanja ternyata dapat menghilangkan stres dan mengurangi kesedihan.
Dream - Terlalu banyak pikiran juga menyebabkan kualitas tidur menjadi tidak sempurna yang berefek panjang, termasuk untuk kesehatan. Sehingga banyak orang melakukan refreshing untuk menghilangkan stres.
Sekarang ini banyak orang membicarakan soal 'healing' yang tujuannya melepaskan penat dari keseharian. Healing kerap dikaitkan dengan berlibur, staycation atau mengunjungi destinasi wisata. Tapi apakah bisa dikategorikan sebagai jalan keluar untuk menghilangkan stres?
Menurut Dr. Joseph Cilona, dikutip dari situs psikologi Healthline, traveling yang dilakukan secara impulsif justru dapat memperburuk situasi seseorang yang sedang stres. Berada di tempat asing, permasalahan yang mungkin terjadi dengan jadwal penerbangan, penginapan atau hal lain yang muncul karena kurangnya persiapan justru bisa menambah pikiran dan kualitas istirahat menjadi tidak sempurna.

Padahal healing dapat dilakukan di rumah saja dengan bermeditasi, berolahraga ringan secara rutin, dan konsumsi makanan sehat.
Mencoba terapi dari aromaterapi juga bisa jadi pilhan. Aroma yang menenangkan ini biasanya dapat membantu untuk meningkatkan mood menjadi lebih rileks.

Healing dengan aromaterapi dapat dilakukan di rumah dengan mengatur situasi rumah atau kamar kita menjadi lebih tenang.
Lalu redupkan lampu dan minimalisir noise yang bisa mengganggu. Sebaiknya, pilihlah keharuman aromaterapi yang sesuai dengan mood yang ingin kita ciptakan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya