Ilustrasi. (Source: Shutterstock)
Dream - Nafsu makan bisa meningkat saat menstruasi. Makanan manis dan tinggi karbohidrat sering jadi sasaran untuk memenuhi peningkatan nafsu makan serta memberi kepuasan.
Konsumsi makanan manis dan tinggi karbohidrat akan sangat mengganggu proses penurunan berat badan. Kondisi kesehatanmu juga bisa terganggu jika makanan yang dikonsumsi kurang sehat.

Berikut cara mengontrol nafsu makan dengan mudah saat menstruasi agar jumlah kalori dan nutrisi tetap terjaga.

Foto: Shutterstock
Menurut Maria Eleonora, seorang Fitness Content Creator sekaligus Sarjana Teknologi Pangan dan Gizi, konsumsi protein shake jadi salah satu cara membuat nafsu makanmu berkurang.
Protein shake akan membuatlebih mudah kenyang. Banyak protein shake yang memiliki rasa lezat dan tak kalah manis dibandingkan susu biasa, jadi kamu bisa mengonsumsi pilihan lebih sehat.

Sahabat Dream bisa membuat smoothies dengan buah yang kurang manis dan tanpa gula tambahan agar kalorinya rendah. Mungkin, kamu juga bisa menemukan smoothies rendah kalori di pasaran.
3. Makan Buah-buahan
Kontrol nafsu makan berlebih yang diakibatkan oleh perubahan hormonal dengan makan buah dengan kandungan air tinggi, seperti semangka, melon, apel, dan pir. Kontrol konsumsi buah dengan memilih jenis yang kurang manis. Batasi juga jumlah yang dikonsumsi agar jumlah kalori tetap terjaga.

Foto: Shutterstock
Mengonsumsi protein akan membuatmu lebih cepat kenyang. Konsumsilah daging sapi, ikan, ayam, telur, tahu, atau tempe agar kenyang lebih lama.
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak