Karya Tuty Cholid Di Panggung IPMI Trends Show 2017. (foto: Dream.co.id/ Ratih Wulan Pinandu)
Dream - Kepiawaian desainer Tuty Cholid dalam merancang kain-kain etnik, berhasil memikat pecinta fesyen dari New York. Hal itu disampaikan Tuty seusai menampilkan 36 looks terbaru di panggung IPMI Trends Show 2017.
Sekitar dua tahun, Tuty mempersiapkan proses produksi kain tenun Lombok Barat untuk dikreasikan menjadi appareal bernuansa simpel dan elegan. Berbagai pesona keindahan kain tenun bercorak sederhana, dengan detail motif ikat rintik (gerimis) dan endek menjadi gambaran warna alam yang natural.
" Mengambil inspirasi dari relung kultura rasa kawasan tengah dan timur Indonesia yang eksotis dan persiapan kain ende itu sudah 1,5-2 tahun lalu namun sepertinya pasar memang baru menghendakinya sekarang," tutur Tuty yang ditemui di Senayan City, Jakarta, Selasa, 8 November 2016.
Tuty menuangkan ide-ide kreatifnya dalam potongan blazer, blouse long skrit, throuser, busana berpotongan loose dengan siluet A dan Y line. Tuty juga mengolaborasikan bahan-bahan bermaterial pure silk, perpaduan katun dan silk organdy sebagai ornamen pendukung.
Meskipun tak mem-branding sebagai busana modest namun koleksinya bisa dijadikan pilihan para perempuan berhijab. Seperti yang ditampilkan dalam runaway, padupadan outer longgar dengan bawahan denim nampak elegan untuk dikenakan dalam acara semi formal.
" Ini dari koleksi ku yang premium ready to wear jadi lebih casual," imbuhnya.
Sedangkan untuk warna-warna sendiri, cenderung bernuansa gelap seperti indigo, hitam dan lembayung. Namun tetap mengahdirkan warna-warna alam yang lembut seperti dusty pink dan hijau. Untuk koleksinya ini dibandrol dari harga Rp 1,25 juta hingga Rp 5 juta.
" Produksi pasti ada kendala dan memang campur tangan pemerintah belum total. Sedangkan biaya research sangat mahal untuk meluncurkan produk baru. Warna-warna yang cenderung gelap itu kan juga menjadi gambaran lemasnya perekonomian saat ini," tutupnya.(Sah)
Advertisement
Tumpukan Sampah Acara Ideafest 2026 Ternyata Diolah dengan Ekonomis

Ideafest 2026, Serunya Eksplorasi Ide di Rumah Indofood

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9

SARGA.CO Perluas Gaung Pacuan Kuda Indonesia Lewat Indonesia’s Horse Racing

Saat Borobudur Dibangun, Apa Saja yang Terjadi di Seluruh Dunia?

Pencarian 5 Jurnalis Berlanjut, Merdeka.com dan iNews Terus Berkoordinasi dengan SAR