Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Anak Balita Menonton YouTube (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak sekali channel di YouTube yang isinya memang ditujukan khusus untuk anak-anak. Tinggal mengetik kata kunci, maka akan muncul berbagai video yang dicari. Tapi waspadalah, tak semua video dengan judul kartun anak memiliki konten khusus anak.
Banyak video berjudul serial favorit anak, tapi isinya justru kekerasan bahkan pornografi. Orangtua memang harus melakukan pendampingan ekstra saat memberi akses YouTube pada
anak-anak.
" Ada video Elmo, boneka merah dengan suara yang menngemaskan. Orangtua cenderung merasa kalau video tersebut aman ditonton anak. Tapi ternyata saat ditonton lebih lama, si Elmo melempar pisau, kemudian melukai teman-temannya," Dr. Joanne Cantor, psikolog yang juga penulis buku Teddy’s TV Troubles.
Hal ini sebenarnya bisa dideteksi lebih awal jika orangtua mampu menyaring video dengan tepat. Langkah pertama adalah selalu cari YouTube channel resmi dengan logo yang sudah
terverifikasi. Konten-kontennya akan lebih bisa dipertanggungjawabkan terutama yang terkait dengan konten khusus anak.
" Perhatikan juga bentuk karakter, warna dan tampilan video. Untuk video-video palsu biasanya bentuk karakter kartun cenderung tak proporsional. Warnanya lebih gelap dan penuh dengan grafis yang menarik perhatian mata," ungkap Cantor.
Ia juga mengingatkan jika harus sangat waspada jika kecil melihat video karakter kartun yang bercampur jadi satu dan diperankan manusia. Misalnya ada yang aktor yang berperan sebagai Superman, Spiderman atau tokoh superhero lainnya. Lalu ada juga yang berperan sebagai putri Elsa, Cinderella atau tokoh lain.
" Video tersebut bisa saja berisi konten tak senonoh yang tak layak dilihat anak-anak. Kadang orangtua suka tertipu, mengira video tersebut hanya berisi serial superhero biasa, padahal sangat berbahaya," ujar Cantor.
Untuk itu penting selalu melakukan pendampingan saat anak membukan YouTue terutama yang masih berusia balita. Bisa juga mengaktifkan aplikasi penyaring konten untuk anak.
Sumber: Huffingtonpost
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia