Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mobil Kotor Yang Diparkir Di Dubai Akan Didenda Rp1,9 Juta. (Foto: Pixabay)
Dream – Uni Emirat Arab (UEA) terkenal akan hukum dan otoritas yang ketat. Apalagi, hukum tentang berkendara.
Dikutip dari Auto NDTV, Selasa 16 Juli 2019, pemerintah Dubai, UEA, mewajibkan pemilik mobil untuk menjaga mobilnya tetap bersih. Caranya dengan melarang kendaraan kotor diparkir di jalan umum.
Jika ketahuan memarkir mobil dekil di jalan umum, pemilik mobil siap-siap mendapat denda senilai 500 dirham atau hampir Rp2 juta.
Pemerintah daerah Dubai menyebut aturan itu dibuat karena mobil kotor bisa merusak pemandangan indah kota.
Untuk mereka yang berencana bepergian jarak jauh pada musim panas, pemerintah Dubai juga membuat aturan baru. Mereka mulai mengidentifikasi mobil-mobil yang “ terdampar”, lalu menempelkan pemberitahuan di kaca depan mobil.
Otoritas Dubai memberikan pemberitahuan 15 hari untuk membersihkan kendaraan. Atau, kendaraan akan ditarik pergi oleh pihak berwenang.
Sekadar informasi, Dubai merupakan salah satu tujuan liburan terkenal di dunia. Pariwisata memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan Uni Emirat Arab.
Langkah ini diambil oleh pemerintah kota untuk melestarikan estetika dan memastikan kota tetap menarik bagi turis.
Dream – Kebiasaan pengendara yang membuat sebal adalah saat mereka memarkirkan mobil seenak jidatnya. Mereka yang sebal dengan kelakuan itu biasanya hanya bisa menggerutu. Namun warga di wilayah ini sepertinya sudah habis kesabaran.
Dikutip dari World of Buzz, Senin, 8 Juli 2019, seorang pemilik mobil mewah Maserati di Hanoi, Vietnam harus menahan emosi setelah memarkir mobil di tempat yang salah. Seluruh body mobil merahnya ditempeli pembalut wanita.
“ Barang cewek” ini menutup nyaris semua bagian mobil, seperti kap, bumper, atap, kaca depan, dan pintu mobil. Tak hanya di body mobil, pembalut-pembalut itu juga berserakan di jalan.

Saat pemilik datang, reaksinya bisa ditebak. Dia malu. Saking malu melihat mobil mahalnya “ berias” pembalut wanita, dia langsung mencopoti pembalut satu per satu.
Sudah jatuh tertimpa tangga, pembalut-pembalut itu seakan tak mau lepas dari Maserati merah. Lemnya merekat kuat di bodi mobil.
Pemilik mobil menyerah. Akhirnya, dia membiarkan mobil itu bertempelkan pembalut-pembalut.
Dream – Seorang pemilik mobil di Hangzhou, Tiongkok, memarkirkan mobil Hyundai di parkiran mobil. Tak tanggung-tanggung, dia menginapkan mobilnya selama 600 hari.
Tarif parkir yang harus dibayar membengkak jadi senilai Rp171 juta.
Dikutip dari Zing, Kamis 6 Juni 2019, area parkir ini berjarak 500 meter dari Lake West. Mobil Hyundai yang terlantar ini memiliki pelat nomor dari provinsi Anhui, tiongkok.
Cat mobil ini sudah rusak dan dipenuhi oleh debu. Terlihat pemilik mobil tak bersedia membawanya kembali pulang.
Setiap hari, pegawai parkir akan merekam tiket parkir senilai 147 yuan (Rp303.702). Tarif parkirnya meningkat jadi 83.023 (Rp171,02 juta).
Di Tiongkok, tak ada aturan yang jelas untuk mengatur mobil terlantar di area parkir dalam waktu lama. Makanya, tak sedikit pemilik mobil yang memilih untuk menelantarkan mobil di area parkir.
Kalau tarifnya makin tinggi, mereka akan mengirimkan ke tempat sampah dan mengabaikan “ nasib” kendaraannya. (ism)
Dream – Saban memarkir kendaraan di pusat perbelanjaan atau tempat berbayar lain, kita pasti sudah punya gambaran tarif yang harus dibayar. Kita biasanya sudah menghitung-hitung lama kendaraan kita terparkir.
Tapi, ada kisah yang sedang menjadi perbincangan. Pengendara ini harus menerima tagihan sebesar Rp32 juta padahal baru sekitar 45 menit memarkir mobilnya.
Kisah ini dialami oleh sopir pengiriman, Supra Mac, di Bandara Jewel Changi Singapura. Dia kaget bukan kepalang saat harus membayar tarif parkir senilai 3.158,72 dolar Singapura (Rp32,92 juta).
Dilansir dari World of Buzz, Selasa 30 April 2019, cerita ini bermula ketika Supra Mac hendak keluar parkir. Sayangnya, dia tidak bisa keluar karena saldo uangnya tidak cukup.
“ Saya baru mengisi kartu kredit saya pagi hari. Ketika melihat jumlahnya, itu seperti lelucon,” kata dia.
Lalu, Supra menghubungi staf Jewel melalui intekom. Sepuluh hingga lima belas menit kemudian, pria ini baru bisa keluar.
“ Saya pikir tidak ada yang bisa disalahkan. Itu hanya kesalahan dan mereka yang menyelesaikannya,” kata dia.
Juru bicara bandara menyebut insiden ini terjadi karena tap out Supra tidak tercatat di gerbang pembayaran. “ Kami mengonfirmasi ini kasus yang terjadi pada 10 April di ruang bongkar muat,” kata juru bicara tersebut.
Menurut juru bicara itu, tak ada catatan pengemudi meninggalkan tempat parkir. Biaya parkirnya terakumulasi sampai kunjungan berikutnya pada 24 April 2019.
Juru bicara juga meminta agar kendaraan lain tidak mengekor mobil dan menjaga jarak aman dari mobil di depannya. Tujuannya agar system parkir bisa merekam semua mobil yang keluar masuk pintu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya