Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Shutterstock.com
Dream - Pengguna smartphone harus berhati-hati dengan malware di perangkat Android, karena kerap mengelabuhi. Misalkan, sebuah aplikasi bernama Ads Blocker yang mengaku hadir dengan layanan untuk mengurangi iklan.
Layanan itu justru menutupi layar ketika pengguna mengakses seuatu yang penting. Jika sudah begitu, tentu pengguna Android merasa kesal.
Menurut peneliti keamanan, aplikasi tersebut bisa saja merupakan malware yang menayangkan lebih banyak iklan. Ini baru satu aplikasi disusupi malware dan sangat mengesalkan buat pengguna.
Menurut peneliti perusahaan keamanan Malwarebytes, Nathan Collier, jenis malware sangat beragam. Tapi inti dari malware adalah " mereka berupaya mendapatkan uang."
Menurut Collier, malware jenis adware seperti Ads Blocker merupakan satu jenis malware paling banyak dan umum ditemui di Android. Ada juga malware yang mencoba mencuri data-data pribadi pengguna.
Malware pun dapat membingungkan dan membuat pengguna tidak nyaman saat memakai smartphone. Padahal, pengguna pun tak yakin apa yang menimpa smartphone mereka.
Peneliti Malwarebytes menyebut, pihaknya menemukan hampir 200 ribu Malwaredi smartphone pengguna pada Mei dan Juni lalu.
Peneliti Keamanan di Lookout Adam Bauer pun menyebut, malware biasanya meminta izin akses agar mendapatkan informasi sensitif. Aplikasi berisi malware juga biasanya tetap berjalan di background meski sedang tidak dipakai.
Adapun tanda-tanda smartphone terkena malware bisa dilihat dari 4 hal berikut ini:
Nah, jika kamu merasakan keempat indikasi di atas, bisa saja smartphone kamu terkena malware.
Lantas, bagaimana cara menghentikan serangan malware di smartphone kamu?
Pertama yang harus dipastikan adalah seluruh software yang ada di perangkat harus diperbarui.
Para peneliti keamanan melihat, memperbarui OS dan aplikasi adalah langkah penting untuk melindungi perangkat dan akun mereka.
Jika malware masuk ke smartphone, pengguna bisa memperbarui OS, misalnya ke Android 10 atau Android 11 --yang akan datang-- untuk menambal kerentanan dan memutus akses ke software berbahaya. Update juga mencegah malware tak bekerja sejak awal.
Kedua, kamu bisa meninjau izin akses apa saja yang kamu berikan ke aplikasi-aplikasi yang terpasang. Dalam hal ini pengguna harus jeli, perlukah sebuah aplikasi gim mengakses fitur pesan?
Jika dirasa tak perlu, tentu itu menjadi sebuah tanda. Pastikan untuk selalu memeriksa izin akses yang diminta oleh sebuah aplikasi.
Ketiga, hapus aplikasi yang terpapar malware. Tentu ini bisa sangat menipu, ada satu aplikasi yang mungkin bisa dihapus langsung.
Namun ada juga aplikasi yang sulit dihapus dan butuh beberapa langkah ekstra.
Jika menemukan yang seperti ini, pengguna bisa browsing dan melihat pengalaman pengguna lain untuk mendapat tips yang bermanfaat.
Keempat, pengguna bisa mempertimbangkan untuk memasang antivirus di perangkatnya.
Kelima, sebelum terpapar malware, pastikan pengguna mengunduh aplikasi hanya Google Play Store dan bukan dari pihak ketiga yang tidak terjamin keamanannya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya