7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
(Foto: Media Drum World / Thesun.co.uk)
Dream - Memiliki bentuk tubuh yang ideal adalah impian semua perempuan. Tak terkecuali gadis remaja Amerika Serikat bernama Lizeth Barretto ini.
Gadis 18 tahun itu lahir dari keluarga yang semua anggotanya berbadan gemuk. Namun Lizeth mengatakan, berat tubuhnya mulai bertambah setelah berkenalan dengan pacarnya di tahun pertama SMA.
Berat badannya semakin bertambah di tahun-tahun berikutnya saat dia mengalami kejadian menyedihkan. Salah satu anggota keluarganya meninggal dunia.
Lizeth melampiaskan kesedihannya kepada makanan, sehingga berat badannya mencapai 121 kilogram.
" Aku makan dua sampai tiga makanan cepat saji sehari, di samping makanan ringan yang tidak sehat. Bahkan ketika mencoba diet, sepertinya tidak ada yang berhasil," kenang Lizeth.
Memiliki badan yang gemuk membuat Lizeth merasa gelisah dan tidak nyaman dengan kondisinya. " Aku merasa ini bukan diriku lagi," katanya.
© Dream
Akhirnya, saat usianya 17 tahun, Lizeth mendapat komentar yang tidak mengenakkan mengenai bentuk tubuhnya.
Lizeth dibilang lebih tua 10 tahun dari usianya yang sebenarnya. Bukannya merasa sedih, Lizeth justru menganggap komentar itu sebagai panggilan untuk menyadarkan dirinya.
Dia menggunakan komentar miring itu sebagai motivasi untuk menurunkan berat badannya sebanyak 57 kg. Dia bahkan merasa gaya hidup dan bentuk tubuhnya lebih baik sekarang.
" Aku tidak ingin ini bersifat sementara dengan hanya kehilangan beberapa kilogram saja. Tapi aku akan menjadikannya gaya hidup yang benar-benar baru untuk membentuk tubuh dan mulai melihatnya sebagai ritual," ujar gadis asal Pittsburg, California ini.
© Dream
Lizeth menyarankan untuk memulai program penurunan badan secara perlahan, karena begitulah dia memulai petualangannya.
" Aku mulai melakukan kardio dan olahraga ringan yang bisa dikerjakan tubuhku," katanya. Setelah itu dia mulai rajin angkat beban beberapa bulan kemudian.
Dia menambahkan ritual tersebut benar-benar telah mengubah sosoknya. Sekarang dia melakukan kardio selama 20 menit, dan angkat beban sekitar satu jam.
Lizeth sekarang tidak menggunakan gaun ukuran 3XL lagi karena berat badannya sudah 63 kg.
" Sekarang aku merasa sangat bangga dengan tubuhku. Aku menerima banyak komentar dari orang-orang yang kagum melihat bagaimana tubuhku telah berubah," pungkas Lizeth.

Dia menambahkan tips bahwa tidak perlu melakukan diet untuk menurunkan berat badan. Cukup dengan mengubah dan menerapkan gaya hidup sehat, serta tidak mudah menyerah!
(Sumber: thesun.co.uk)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?