Mengintip Modest Fashion Nuansa Kain Nusantara Karya 9 Desainer di ISEF 2020

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Jumat, 30 Oktober 2020 12:35
Mengintip Modest Fashion Nuansa Kain Nusantara Karya 9 Desainer di ISEF 2020
ISEF 2020 akan menampilkan karya desain dari 164 desainer/brand selama perhelatan yang berlangsung sejak 28-31 Oktober 2020.

Dream - Gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 kembali digelar pada 28-31 Oktober. Di tahun ketujuh ini, perhelatan Modest Fashion ISEF menjadi salah satu agenda yang menghadirkan 164 desainer Tanah Air.

Acara kolaborasi Bank Indonesia (BI), Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) ini pertama kalinya hadir dengan konsep virtual platform.

" Industri fashion muslim memiliki peluang yang sangat besar di pasar domestik dan internasional. Dalam berkompetisi, pelaku industri fashion muslim di Tanah Air harus semakin kreatif, inovatif, serta cepat menangkap perubahan yang terjadi di era new normal dan digital ini," tutur Rosmaya Hadi, Deputi Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, belum lama ini.

Koleksi Irna La Perle by Irna Mutiara© Foto: Dok. ISEF

Acara dibuka dengan menampilkan koleksi dari sembilan desainer kondang dalam Opening Ceremony. Mereka di antaranya Bank Indonesia Perwakilan Jambi presents Itang Yunasz, Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat presents Vivi Zubedi, Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan presents Deden Siswanto, Bank Indonesia Perwakilan Sibolga presents Lisa Fitria (aksesori PALA Nusantara by Ilham Pinastiko).

1 dari 2 halaman

Parade Kain Nusantara

Deden Siswanto memeriahkan parade busana dengan konsep pandemic urban style bernuansa soft color yang pertamakali ia terapkan.

" Sebuah tantangan bagi saya untuk memberikan itu semua (soft color).  Jaket-jaketnya memakai teknik quilting dari bahan kain Sulawesi Selatan, bisa dipakai untuk outdoor saat pandemi," ujar Deden.

Koleksi Deden Siswanto© Foto: Dok. ISEF

Itang Yunasz menyusul dengan membawa koleksi dengan sentuhan batik Jambi. Koleksi hadir dengan warna merah dan hitam. Ia mengangkat tema Melting Pot yang merujuk pada peribahasa 'Asam di gunung garam di laut bertemu dalam satu belanga'.

" Ini yang coba saya angkat menjadi satu presentasi dalam enam koleksi yang siluetnya cukup oversized, beberapa tunik dan celana," jelasnya.

Koleksi Itang Yunasz© Foto: Dok. ISEF

2 dari 2 halaman

Digelar 4 Hari

Vivi Zubedi tak mau kalah dengan mengangkat kain tenun dari Jawa Barat. Kali ini ia memakai teknik desain bertumpuk yang dikombinasikan dengan siluet abaya.

" Batik Jawa Barat ini sendiri coraknya begitu vibrant, colorfull itu sedikit keluar dari jalur dari Vivi Zubedi, tapi Miss Vivi menjadikan kain Jawa Barat adalah sebuah tantangan terbaru agar tetap punya inspirasi baru dalam modest fashion di Indonesia dan global," tutur Vivi.

Koleksi Vivi Zubedi© Foto: Dok. ISEF

Selama empat hari penyelenggaraan Modest Fashion ISEF 2020 akan menghadirkan 12 sesi virtual fashion show, 164 desainer/brand, 720 look dan 180 model. Kegiatan virtual fashion show akan dilengkapi pula dengan business matching yang mempertemukan desainer dengan buyer.

Berbasis virtual, Modest Fashion ISEF 2020 memberikan kesempatan pula kepada 325 brand terpilih untuk mengikuti Digital Trade Show.

Beri Komentar