Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
© MEN
Dream - Ancaman perusahaan teknologi Meta milik Mark Zuckerberg yang akan menutup layanan Facebook dan Instagram ditanggapi dingin pejabat Eropa. Menjawab ancaman tersebut, seorang menteri dari Perancis bahkan memberikan balasan menohon.
Robert Habeck, Menteri Ekonomi Jerman menyebut kehidupannya justru lebih baik sebelum munculnya platform Facebook di dunia teknologi informasi.
" (Akun) Saya pernah dibajak, Saya telah hidup tanpa Facebook dan Twitter selama empat tahun, dan hidup terasa lebih fantastis," ujar Habeck dalam konperensi pers di Paris, Prancis dikutip dari laman metro.co.uk.
Meta sebelumnya mengancam akan menghentikan layanan sosial media mereka kecuali Eropa mencabut larangan berbagi data pengguna dengan pusat data mereka di Amerika Serikat.
Tak hanya menteri Jerman, pendapat senada juga disampaikan Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire.
" Saya bisa memastikan hidup akan lebih baik tanpa Facebook dan kami ingin hidup dengan baik tanpa Facebook," ujarnya.
Le Maire bahkan mengingatkan perusahaan digital raksasa dunia untuk memahami bahwa Eropa akan melawan dan menegaskan kedaulatannya terkait perlindungan kepada warga.
Pernyataan kedua menteri dari Eropa itu menjawab laporan tahunan Meta pekan lalu yang mengancam akan menarik layanan Facebook atau Instagram jika tidak dapat menemukan model baru, atau alternatif solusi, terkait transfer data dari Eropa ke AS.
Ancaman itu dijawab kedua pejabat Eropa tersebut dengan mengatakan Facebook dipersilahkan untuk meninggalkan Uni Eropa karena isu berbagi data pengguna tersebut.
" Uni Eropa adalah pangsa pasar internal besar dengan banyak kekuatan ekonomi yang jika menyatukan sikap kami tidak akan terintimidasi oleh sesuatu seperti ini (ancaman,red)," kata Habeck.
Pekan lalu, Meta sebagai pemilik Facebook dan Instagram menginsyaratkan akan menarik layanannya dari Eropa karena perbedaan dalam hal regulasi.
Sementara Vice President Kebijakan Publik Eropa di Meta, Markus Reinisch, menegaskan perusahaan tidak pernah mengancam akan keluar dari Eropa.
" Kami pastikan tidak ada keinginan untuk keluar dari Eropa. Sama sekali tidak," tulis Reinisch.
(Sah, Sumber: Metro.co.uk)
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?