Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Shutterstock
Dream - Eksim adalah kondisi peradangan kulit kronis dan kerap kambuh. Penderita eksim sering mengalami disfungsi pelindung kulit yang menyebabkan kulit kering, gatal, bersisik, bergelombang, merah, dan bengkak. Jika terjadi goresan yang cukup parah akibat eksim, kulit menjadi menebal bahkan mengeras.
Eksim dapat menyerang segala usia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua. Menurut sebuah penelitian yang melibatkan 499 anak dan remaja dari sekolah dan universitas di lima kota Indonesia, 278 di antaranya memiliki satu manifestasi penyakit alergi.
Urtikaria dan rhinitis alergi merupakan penyakit eksim yang paling sering muncul. Hasil ini menunjukkan peningkatan kasus dibandingkan tahun 1998.

Namun sejatinya, eksim ini tidak bisa disembuhkan, tapi perawatan yang tepat bisa membantu mengendalikan dan meringankan gejalanya.

Meski rasa gatal sudah tak tertahankan dan permukaan kulit sudah berubah total, tetap saja ada beberapa orang yang merasa enggan untuk meminta bantuan kepada dokter spesialis kulit.
Tentunya banyak faktor yang menyebabkan orang dengan penyakit kulit tersebut enggan berkunjung ke dokter spesialis kulit, seperti kurangnya pengetahuan mengenai penyakit kulit, kondisi pandemik yang menyebabkan orang takut ke Rumah Sakit, keterbatasan waktu dan biaya, dan masih banyak faktor lainnya.
Padahal, banyak rumah sakit maupun klinik kecantikan yang menawarkan solusi masalah kulit, termasuk eksim. Misal saja klinik Erha Palu yang memberi layanan perawatan eksim dari segi Aesthetic/Cosmetic Dermatology atau General Dermatology.

Perhatikan juga zat maupun polusi sekitar yang memicu alergi. Contohnya seperti zat detergen tertentu yang tidak cocok dengan kulit, debu, kotoran pada binatang peliharaan bahkan hingga serbuk bunga.
Jika hal tersebut menjadi pencetus alergi, sebaiknya hindari dan ganti dengan detergen yang lebih ramah untuk kulit alergi juga jaga kebersihan rumah.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?