Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Foto: Pixabay.com
Dream - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan bisa kembali menuliskan cuitan di Twitter setelah diblokir sejak Januari 2021. Peluang ini muncul setelah pemilik baru Twitter, Elon Musk menyampaikan akan memulihkan kembali akun Donald Trump.
Diketahui Twitter sejak terpaksa memblokir akses akun Donald Trump karena cuitan mantan orang nomor satu di AS itu berisi hasutan. Diketahui kondisi AS kala itu tengah menghadapi ketegangan setelah terjadi kerusuhan di Gedung Capitol.
Melansir CNN Business, Musk mengatakan akun Twitter Trump akan diaktifkan kembali jika kesepakatannya untuk mengakuisisi Twitter selesai. Musk membeli Twitter seharga US$44 miliar atau sekitar Rp639 triliun pada akhir April.
Menurut Musk, keputusan untuk memblokir Trump dari Twitter merupakan sebuah kesalahan.
" Menurut saya itu tidak tepat melarang Donald Trump, saya pikir itu sebuah kesalahan. Saya akan membatalkan larangan itu. Tapi menurut pendapat saya, dan Jack Dorsey (salah satu pendiri Twitter), saya ingin memperjelas, membagikan pendapat ini bahwa kita seharusnya tidak ada larangan permanen," kata Musk.
Bos Tesla dan SpaceX ini mengatakan, jika ada hal yang ilegal atau unggahan merugikan di Twitter, bisa diberlakukan pemblokiran sementara atau tweet tersebut bisa disembunyikan.
" Menurut saya kalau ada tweet yang salah dan buruk, seharusnya dihapus atau disembunyikan, dan pemblokiran, pemblokiran sementara itu layak tapi bukan larangan permanen," jelasnya.
Twitter menolak mengomentari pernyataan Musk ini. Sementara itu, Dorsey yang juga mantan CEO Twitter menyampaikan setuju tidak ada larangan permanen bagi pengguna Twitter.
" Ada pengecualian, tapi umumnya larangan permanen merupakan kegagalan kami dan tidak mempan," tulisnya di Twitter.
Trump dilarang menggunakan Twitter secara permanen sejak kerusuhan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 karena melanggar pedoman Twitter terkait hasutan kekerasan.
Belum lama ini Trump mengatakan dia tidak akan kembali menggunakan Twitter walaupun akunnya diaktifkan kembali. Namun dia akan menggunakan platform media sosial yang dia ciptakan sendiri, Truth Social.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha