Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Ibu Dan Anak Di Jepang (Foto: Shutterstock)
Dream - Memiliki anak memang dibutuhkan persiapan finansial yang matang. Biaya persalinan, kesehatan, makan sehari-hari, lalu pendidikan anak tentunya harus direncanakan dengan baik.
Jangan sampai ketika anak tak berdosa lahir ke dunia, orangtua tak menyiapkan apa-apa dan malah kehidupannya tak terjamin.
Mungkin hal itu jadi pertimbangan utama para kalangan usia produktif di Jepang, yaitu memiliki anak berarti haru mengeluarkan biaya yang 'mahal'. Efeknya angka kelahiran di Jepang
sangat minim. Pemerintah pun sangat khawatir dan turun tangan membuat program khusus.
Program ini adalah dengan memberikan hadiah persalinan pada para ibu berupa tunjangan sebesar 300.000 Yen atau sekitar Rp38 juta. Program tersebut diterapkan di kawasan Nagicho
yang tingkat kelahirannya sangat rendah.
Yuki Fukuda, seorang ibu yang tinggal di Nagicho, baru saja melahirkan anak keempatnya beberapa waktu lalu. Ia pun mendapat hadiah sebesar Rp38 juta dari pemerintah tak lama setelah melahirkan.
Tak selesai sampai di situ, pemerintah setempat juga akan memberi subsidi pendidikan sebesar 90.000 Yen setiap tahun pada anak seluruh anak Fukuda. Subsidi tersebut diberikan setelah
anaknya mencapai sekolah menengah hingga selesai.
Seperti dikutip dari Express.co.uk, kebijakan tersebut ternyata meningkatkan angka kelahirkan secara signifikan. Untuk di Nagicho terjadi peningkatan dari 1,4 ke 2,8 pada 2014. Tapi
sayangnya, setelah 2014 angka kelahiran kembali menurun, yaitu 1,9.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengungkap kalau pemerintah sangat khawatir dengan fenomena ini, karena bisa mengancam keberlangsungan generasi Jepang di masa mendatang.
Program bantuan dan subsidi pun terus digalakkan baik dalam bidang kesehatan, pangan maupun pendidikan.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?