Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Facebook mengumumkan pelarangan terhadap konten bertema supremasi kulit putih. Keputusan itu dibuat setelah muncul desakan dari kelompok-kelompok hak sipil dan sejarawan kulit hitam.
" Jelas bahwa konsep mengenai kelompok kebencian terorganisir tidak akan punya tempat di layanan kami," kata Facebook, dilaporkan CNet.
Facebook sebetulnya telah melarang, perlakuan kebencian terhadap orang-orang berdasarkan karakter ras, etnis, dan agama. Tetapi, sejumlah aktivis hak asasi manusia dan cendekiawan berpendapat ada celah untuk memungkinkan beredarnya konten supremasi kulit putih.
Investigasi yang diterbitkan Motherboard menyebut, terdapat celah munculnya supremasi kulit putih di Facebook. Setelah peristiwa mematikan yang dilakukan kelompok Neo-Nazi di Charlottesville, Virginia, 2017, barulah Facebook mengkategorikan supremasi kulit putih sebagai ujaran kebencian.
Meski begitu, ada pengecualian yang diberikan Facebook. Sebab, Facebook menganggap nasionalisme dan separitisme kulit putih terkait dengan hal-hal yang membanggakan Amerika Serikat, misalnya, menjadi bagian penting dari identitas masyarakat.
Kamus Merriam-Webster membedakan istilah nasionalis putih dan supremasi kulit putih dengan perbedaan yang tipis. Supremasi kulit putih percaya keunggulan warga kulit putih ketimbang warga lain.
Sementara itu, nasionalis kulit putih didefinisikan sebagai `salah satu kelompok kulit putih militan yang mendukung supremasi kulit putih dan menganjurkan pemisahan ras`.
Facebook mengatakan, pasca regulasi diberlakukan, pengguna masih bisa mengungkapkan kebanggaan terhadap warisan etnis mereka. Tapi, dukungan terhadap nasionalisme putih dan supremasi kulit putih tidak akan ditoleransi.
Presiden Change of Color, Rashad Robinson mengapresiasi kebijakan baru Facebook tersebut.
" Change of Color telah memberi tahu Facebook bertahun-tahun lalu mengenai bahaya dan meningkatnya kaum nasionalis kulit putih, dan hari ini, kami senang melihat pimpinan Facebook mengambil langkah penting memperbaiki kebijakan," kata Rashad.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya