Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Facebook sedang menguji coba fitur baru untuk WhatsApp. Menurut WA Beta Info, WhatsApp akan mengizinkan pengguna melihat beberapa kali sebuah pesan yang diteruskan.
Di dalam pembaruan beta versi 2.19.80 tersebut, pengguna dapat membuka bagian info pesan dan akan terlihat data informasi di sana.

Pembaruan WhatsApp (Foto: WABetaInfo)
Pesan yang diteruskan lima kali atau lebih akan mendapat `gelembung` pesan bertuliskan `Frequently Forwarded`.

Pembaruan WhatsApp (Foto: WABetaInfo)
Selain itu, dalam versi beta terbaru, WhatsApp juga menambahkan fitur untuk membantu pengguna melihat apakah pesan tersebut termasuk ke dalam spam. Pesan berantai yang telah diteruskan beberapa kali dapat masuk kategori spam atau mungkin `berita palsu`.
Dream - WhatsApp terus mengembangkan fiturnya. Setelah menghalau beberapa unggahan hoaks melalui penyaringan pesan terusan, kini WhatsApp sedang bekerja untuk mengembangkan fitur undangan masuk ke dalam grup.
Selama ini, fitur ini diperlukan oleh banyak pengguna. Salah satu alasannya, pengguna kerap `dijebloskan` ke dalam grup yang bahkan dia tak tahu siapa di dalamnya.
Fungsi undangan masuk ke dalam grup WhatsApp ini dijadikan sistem saring atas masalah itu. Dilaporkan WA Beta Info, WhatsApp telah memutuskan untuk memperluas fitur ini untuk setiap pengguna WhatsApp Messenger dan WhatsApp Business.
Dalam uji coba beta untuk sistem operasi iOS, fitur ini dapat diaktifkan dengan mengatur Undangan Grup di Pengaturan WhatsApp, lantas Akun, kemudian Privasi, setelah itu masuk ke Grup.
Ketika pengguna membuka bagian ini, dia dapat memilih berbagai pilihan setelan.

Tangkapan layar sistem WhatsApp terbaru (WA Beta Info)
Seperti di tangkapan layar itu, tiap akun yang belum masuk ke dalam grup akan mendapat undangan dari admin. Tetapi, itu tergantung pengaturan dalam setelan pribadi.
Pemilik WhatsApp dapat membatasi undangan pada tiga kategori.
1. Everyone. Setiap pengguna dapat menambahkanmu ke dalam grup tanpa harus mengirim undangan.
2. My Contacts. Pengguna hanya dapat ditambahkan ke dalam grup oleh orang-orang yang tercatat dalam buku daftar nomor telepon. Seandainya ingin masuk ke dalam grup, orang di luar kontak telepon diharuskan mengirimimu undangan.
3. Nobody. Pengguna akan mendapat undangan masuk ke dalam grup.
Tiap undangan yang dikirimkan kepada pengguna akan disertai pilihan jawaban atas pertanyaan `mau bergabung di dalam grup ini atau tidak? Jawab, terima dan tolak.`
Waktu menjawab undangan grup tersebut memiliki masa kedaluwarsa. Setiap undangan harus diverifikasi selama 72 jam.
Meski terdengar luar biasa, pengguna WhatsApp perlu menunggu waktu cukup lama mengenai pembaruan fitur ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya