Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Kepercayaan diri rupanya kerap menjadi momok bagi sebagian kaum hawa. Mereka mudah tidak PD karena banyak sebab, salah satunya ketika bertemu dan berbicara dengan orang lain.
Aplikasi pertemanan, Tantan, membuat survei mengenai tingkat kepercayaan diri perempuan. Survei tersebut melibatkan responden sebanyak 1.000 perempuan rentang usia 18-35 tahun.
Hasilnya, perempuan kerap merasa tertekan sehingga 55 persen responden sulit menemukan jati diri. Keluarga disusul teman seprofesi menjadi sumber tekanan sosial terbesar.
" Hasil survei Tantan membuktikan bahwa keluarga menjadi sumber tekanan sosial terbesar. Lalu disusul teman seprofesi," ujar Marketing Director Tantan, Jack Wu.
Selain itu, ada tiga persoalan yang kerap membuat perempuan tertekan. Akibatnya, mereka merasa terhambat untuk mengeksplorasi diri.
" Perempuan merasa tertekan akibat ekspektasi untuk menjadi 'ideal'. Dan perempuan dituntut untuk memiliki kesamaan norma serta pola pikir dengan orang lain di lingkungannya," kata Wu.
Tekanan itu membuat perempuan kerap takut gagal, merasa tidak mampu, dan melakukan penolakan sebagai tanda ketidaksiapan.
Tetapi, Wu menyatakan persoalan di atas bisa diatasi dengan cara memperluas pergaulan. Sebanyak 82 responden mengungkapkan berkenalan dengan teman baru membantu mereka untuk menemukan jati diri.
Jalurnya bisa lewat apapun, baik komunitas maupun aplikasi pertemanan. Tetapi, menurut Wu, aplikasi pertemanan bisa menjadi solusi bagi perempuan untuk menjalin hubungan dengan laki-laki.
" Dengan aplikasi, perempuan bisa mengemukakan suara terpendam, mengeksplorasi jati diri dan saling menemukan kecocokan dalam hidup hingga akhirnya menemukan pasangan," ucap dia.
Namun begitu, Wu mengingatkan agar para pengguna aplikasi pertemanan tetap berhati-hati. Ini agar terhindar dari upaya kejahatan dengan memanfaatkan akun palsu.
" Karena itulah, seseorang perlu mencari aplikasi yang menawarkan sistem keamanan terintegrasi," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya