Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Sebagai Pemilik Kendaraan, Kamu Harus Rutin Merawat Remnya. (Foto: Mitsubishi Motors Indonesia)
Dream – Pemilik kendaraan seharusnya merawat mobilnya secara rutin. Tujuannya tentu supaya mobil ini bisa dikendarai dengan aman dan yang aman tanpa ada kendala di jalan.
Salah satu yang tentunya harus diperhatikan adalah piranti pengereman, terkadang masih banyak pemilik mobil yang terkesan menyepelekan perawatan rem.
Dikutip dari Mitsubishi Motors Indonesia, Senin 14 Juni 2021, fungsi rem pada mobil sangat penting untuk mengendalikan laju kendaraan terutama saat berkendara di jalan tol. Rem mobil sendiri memiliki berbagai jenis, seperti rem hidrolik, rem cakram, rem tromol, dan juga rem ABS (anti-lock braking system).
Memang melakukan perawatan komponen rem ini cukup sulit karena hanya bisa diketahui dengan melakukan pengereman di mana kondisi fisiknya tidak dapat dilihat langsung dari luar.
Kamu harus mengetahui gejala ketika rem bermasalah. Misalnya, rem mobil berbunyi, mengeluarkan bau hangus, dan kendaraan bergetar.
Ketika menginjak pedal rem dan terasa seperti ada getaran ataupun berbunyi, itu artinya ada permukaan yang tidak rata pada piringan rem atau kondisi kampas rem yang sudah mulai aus.
Jika tercium ada bau hangus, besar kemungkinan adanya minyak yang terbakar pada lingkar roda. Hal ini bisa menandakan adanya kebocoran pada sekitaran kaliper rem.
Lalu, bagaimana cara merawat komponen rem agar awet dan bisa diandalkan?
Bagi kendaraan Mitsubishi, setiap perawatan berkala akan dilakukan pemeriksaan kondisi sistem rem kendaran setiap 20 ribu sekali. Pemeriksaan meliputi kuantitas minyak rem, kebocoran minyak rem, ketebalan dan kerataan permukaan piringan cakram, dan ketebalan kampas rem.
Jika kampas rem ditemukan sudah tipis atau habis, kamu harus menggantinya. Kalau masih cukup tebal, kamu cukup membersihkannya.
Begitupun dengan piringan cakram bisa saja mengalami keausan yang tidak merata, akibatnya ketika mengerem akan terasa getaran di pedal rem. Kalau sudah begitu, harus dicek apakah piringan masih bisa dibubut atau sudah harus diganti.
Pastikan untuk memeriksa kondisi minyak rem secara rutin seminggu sekali bersama komponen lainnya. Kami bisa mengikuti anjuran penggantian minyak rem setiap 40 ribu sekali dengan minyak rem resmi di bengkel resmi. Kalau belum mencapai batas jarak minimal dan minyak rem sudah habis, kemungkinan ada kebocoran.
Pemeriksaan rem ini sebaiknya dilakukan di bengkel resmi karena untuk memeriksanya membutuhkan peralatan yang khusus. Untuk itu, selalu lakukan perawatan berkala di bengkel remsi pada komponen rem ini sebelum terjadinya kerusakan.
Perawatan secara rutin tetap lebih baik daripada memperbaiki saat kerusakan terjadi, apalagi untuk piranti rem yang memiliki peran vital ketika berkendara. Pastikan juga suku cadang yang digunakan adalah suku cadang original.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele