Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, Mobilnya Jadi "tempat Sampah". (Foto: Auto Evolution)
Dream - Sahabat Dream, pernah mendengar istilah hoarder disorder? Ini adalah kondisi seseorang yang kesulitan membuang barang-barang mereka sehingga memengaruhi kondisi hidup hingga tempat tinggal mereka.
Tak hanya di rumah, perilaku hoarder disorder juga bisa berlaku di kendaraan mereka. Sampah menumpuk karena si pemilik tak rela barang-barang dibuang.
Dan seorang pengidap hoarder disorder ini mengalami akibat dari perilakunya yang pengobatannya memang harus dilakukan melalui terapi khusus ini.
Dikutip dari Auto Evolution, Kamis 4 Juli 2019, pengemudi mobil di Inggris mengalami tabrakan karena tak bisa menemukan rem tangan.
Melalui akun resmi Twitter Kepolisian Hampshire, pengemudi Skoda ini tak bisa menemukan rem tangan lalu menabrak kendaraan yang sedang diparkir
Saat polisi memeriksa kendaraannya, mereka terkejut melihat pemandangan di dalam kabin mobil. Ruang mobil roda itu penuh dengan sampah. Tak hanya itu, kursi penumpang juga dipenuhi tumpukan barang bekas.

Unggahan ini menimbulkan spekulasi. Ada yang beranggapan bahwa pengemudi mobil itu memiliki gangguan mental.
" Pengemudi tak bisa menemukan rem tangan dan putar arah ke dalam parkir mobil. Saya penasaran kenapa bisa begitu" cuit Kepolisian Hampshire.
Terlihat mobil Skoda ini dipenuhi barang-barang seperti tas belanja, kantong sampah, puntung rokok, koran tua, kipas angon, dan plastik.
Tak hanya itu, separuh kursi pengemudi juga dipenuhi sampah. Makanya tak heran yang bersangkutan tak bisa menemukan rem tangan.
Dream – Seorang pemilik mobil di Hangzhou, Tiongkok, memarkirkan mobil Hyundai di parkiran mobil. Tak tanggung-tanggung, dia menginapkan mobilnya selama 600 hari.
Tarif parkir yang harus dibayar membengkak jadi senilai Rp171 juta.
Dikutip dari Zing, Kamis 6 Juni 2019, area parkir ini berjarak 500 meter dari Lake West. Mobil Hyundai yang terlantar ini memiliki pelat nomor dari provinsi Anhui, tiongkok.
Cat mobil ini sudah rusak dan dipenuhi oleh debu. Terlihat pemilik mobil tak bersedia membawanya kembali pulang.
Setiap hari, pegawai parkir akan merekam tiket parkir senilai 147 yuan (Rp303.702). Tarif parkirnya meningkat jadi 83.023 (Rp171,02 juta).
Di Tiongkok, tak ada aturan yang jelas untuk mengatur mobil terlantar di area parkir dalam waktu lama. Makanya, tak sedikit pemilik mobil yang memilih untuk menelantarkan mobil di area parkir.
Kalau tarifnya makin tinggi, mereka akan mengirimkan ke tempat sampah dan mengabaikan “ nasib” kendaraannya. (ism)
Dream – Saban memarkir kendaraan di pusat perbelanjaan atau tempat berbayar lain, kita pasti sudah punya gambaran tarif yang harus dibayar. Kita biasanya sudah menghitung-hitung lama kendaraan kita terparkir.
Tapi, ada kisah yang sedang menjadi perbincangan. Pengendara ini harus menerima tagihan sebesar Rp32 juta padahal baru sekitar 45 menit memarkir mobilnya.
Kisah ini dialami oleh sopir pengiriman, Supra Mac, di Bandara Jewel Changi Singapura. Dia kaget bukan kepalang saat harus membayar tarif parkir senilai 3.158,72 dolar Singapura (Rp32,92 juta).
Dilansir dari World of Buzz, Selasa 30 April 2019, cerita ini bermula ketika Supra Mac hendak keluar parkir. Sayangnya, dia tidak bisa keluar karena saldo uangnya tidak cukup.
“ Saya baru mengisi kartu kredit saya pagi hari. Ketika melihat jumlahnya, itu seperti lelucon,” kata dia.
Lalu, Supra menghubungi staf Jewel melalui intekom. Sepuluh hingga lima belas menit kemudian, pria ini baru bisa keluar.
“ Saya pikir tidak ada yang bisa disalahkan. Itu hanya kesalahan dan mereka yang menyelesaikannya,” kata dia.
Juru bicara bandara menyebut insiden ini terjadi karena tap out Supra tidak tercatat di gerbang pembayaran. “ Kami mengonfirmasi ini kasus yang terjadi pada 10 April di ruang bongkar muat,” kata juru bicara tersebut.
Menurut juru bicara itu, tak ada catatan pengemudi meninggalkan tempat parkir. Biaya parkirnya terakumulasi sampai kunjungan berikutnya pada 24 April 2019.
Juru bicara juga meminta agar kendaraan lain tidak mengekor mobil dan menjaga jarak aman dari mobil di depannya. Tujuannya agar system parkir bisa merekam semua mobil yang keluar masuk pintu.
Dream – Ini mungkin pembayar denda paling lama di dunia. Seorang pria diketahui baru membayar denda parkir setelah 44 tahun dari saat dia memperoleh hukuman pembayaran uang itu.
Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 6 Juli 2018, Departemen Kepolisian Minersville, Pennsylvania, Amerika Serikat, mendapatkan kejutan berupa sebuah amplop yang datang ke kantor tersebut. Amplop ini berisi uang US$5 (Rp71.910) dan sebuah catatan di dalamnya—plus tiket denda parkir.
“ Departemen Kepolisian sayang, saya sudah membawa tiket (denda) ini selama 40 tahun lebih. Selalu berniat membayar. Maafkan saya jika tidak memberikan informasi ini. Dengan hormat, Dave,” begitu tulis pelanggar itu.
Kepala Polisi Minersville, Michael Combs, mengatakan, uang itu digunakan untuk membayar tiket denda parkir yang dirilis tahun 1974.
“ Ini ditujukan tentu saja ke departemen kepolisian dengan alamat pengirim yang merasa bersalah di Wayward Road, Anytown,” kata Combs.
Dia membenarkan keaslian tiket yang dikeluarkan pada 44 tahun yang lalu. Akan tetapi, Combs sadar keterbatasan teknologi pada masa itu menyulitkan pelacakan karena dana terbatas.
Combs tak mempermasalahkan keterlambatan pembayaran si pelanggar. Sebaliknya, dia justru ingin berterima kasih kepada Dave.
“ Kami sangat menghargai individu ini membayar tiketnya. Sekali lagi, kami mendorong orang lain, jika memiliki tiket yang luar biasa, tolong bayar,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya