Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Garam Bambu/ Foto: Thekoreanpost.com
Dream - Garam termasuk bumbu yang wajib ada di dapur. Bukan sekadar bumbu, di Korea Selatan ada jenis garam yang sangat istimewa disebut Jukyeom. Garam ini sangat kaya mineral dan baik bagi kesehatan
Tak seperti garam dapur, bentuk Jukyeom agak besar seperti gumpalan-gumpalan kecil dan bisa dimakan langsung seperti camilan. Dikutip dari My Love Eartrh, garam bambu Korea dikembangkan oleh seorang benama Kim Il Hoon dan juga para biksu sekitar 1000 tahun lalu.
Hingga kini garam bambu masih terus diletarikan oleh keluarga keturunan Kim Il Hoon. Jukyeom dikenal efektif untuk detoksifikasi, menyembuhkan penyakit kulit, sakit gigi, hingga penyakit sinusitis.
Selain memiliki banyak khasiat, garam bambu Korea ini juga jadi sorotan karena proses pembuatannya yang memakan waktu sangat lama. Jika ditotal, proses pembuatan garam bambu Korea ini membutuhkan waktu hingga 1.300 hari atau lebih dari 3 tahun.
Prosesnya dimulai dari pengumpulan garam laut, yang kemudian dimasukkan ke dalam potongan-potongan bambu berusia minimal 3 tahun. Setiap ujungnya ditutup dengan lumpur khusus yang dipercaya juga mengandung mineral tinggi.
Setelah ditutup oleh lumpur, bambu berisi garam kemudian dibakar dengan kayu khusus dengan suhu 1.000 hingga 1.500 derajat celcius. Menariknya, proses pembakaran bisa diulang sebanyak 3 hingga 9 kali. Sekali pembakarannya, membutuhkan waktu 8-15 jam.

Kabarnya, salah satu syarat garam bambu Korea layak untuk disajikan adalah meleleh seperti lava pada saat proses pembakaran yang ke sembilan kalinya. Setelah itu, bambu dan garam akan berubah seperti batu. Baru kemudian bisa didinginkan, dan siap dihaluskan lalu dikemas.
Selengkapnya baca di Diadona.id
Dream - Garam termasuk bumbu yang bisa membuat rasa masakan jadi lebih lengkap dan mengikat rasa secara keseluruhan. Di dapur Sahabat Dream pasti ada garam, apa pun jenisnya.
Bumbu satu ini biasa ditaruh terakhir, untuk mengoreksi rasa. Ada kalanya kita lupa kalau sudah memasukkan garam, lalu kita tambahkan lagi. Akibatnya rasa masakan menjadi sangat asin.
Jika sudah begini rasa masakan pasti rusak. Jangan buru-buru kecewa, karena kita bisa memperbaikinya. Bagaimana? Simak saja langkah-langkah berikut.
Dengan sendok atau centong besar, ambil dengan pelan isi di kuah tempat garam ditambahkan. Jika belum sempat diaduk, Anda dapat mengatasinya dengan mudah. Bila masakan terlalu asin, empat cara ini bisa membantu.

Bisa menambah atau mencampurkan dengan bahan makanan lain. Misalnya tambahkan segelas air, masukkan tambahan daging atau sayuran. Penambahan lebih banyak cairan akan mencairkan garam dalam masakan, sehingga rasanya jadi tak terlalu asin.
Bisa juga menambahkan pengental. Larutkan satu sendok makan tepung jagung/maizena dalam satu hingga satu setengah sendok makan air dingin, dan tambahkan perlahan ke panci mendidih. Ulangi sampai konsistensi rasa yang diinginkan tercapai.
Pilihan lain adalah menambahkan bahan yang akan menutupi kesalahan Anda. Tambahan manis, krim, gurih, atau asam dapat meningkatkan rasa hidangan yang terlalu banyak garam.

Jangan gunakan jus buah atau sayuran, karena biasanya mengandung jumlah sodium yang nyata. Cobalah salah satu dari bahan ini yaitu, sitrus, jeruk nipis, tambahkan kemangi atau rosemary, susu, atau sour cream. Lakukan eksperimen dengan sedikit penambahan rasa, sampai rasa asin berkurang.
Kamu juga bisa menggunakan kentang untuk masakan yang terlalu banyak garam. Kentang akan menyerap kelebihan garam saat dididihkan dalam kuah/sausnya. Bisa juga menambahkan pasta atau nasi.

Zat pati pada keduanya akan menyerap kelebihan garam. Penambahan dalam jumlah banyak juga akan menyerap cairan, jadi tambahkan kaldu atau air sesuai kebutuhan.
Hidangan yang tidak terlalu banyak garam, tapi itu tetap cukup asin, dapat disajikan dengan cara yang akan meminimalkan rasa asin. Sajikan porsi kecil dengan lauk ringan seperti kentang panggang, roti, nasi, atau pasta, dan hindari menambahkan mentega dan keju yang cenderung mengandung banyak sodium.
Laporan Cindy Azari/ Sumber: Foodal
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya