Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aplikasi Raqib Atid (Liputan6.com)
Dream - Ada-ada saja inovasi yang muncul di bidang teknologi komunikasi. Kali ini bahkan membuat geger karena munculnya aplikasi berbasis android pencatat dosa dan pahala, Raqib Atid.
Dalam Islam, Raqib Atid adalah nama dua malaikat yang bertugas mencatat amalan manusia. Raqib mencatat amal baik, Atid merekap amal jelek. Rupanya, ada yang menterjemahkan peran tersebut ke dalam bentuk aplikasi ponsel.
Dikutip dari Liputan6.com, aplikasi yang menghebohkan warganet ini sudah ada di Play Store namun belum tersedia di App Store. Aplikasi dengan bobot 4.9MB itu baru hadir di Android pada 28 April 2020.
Aplikasi yang terbilang baru ini telah diunduh sebanyak 100 kali dan mengantongi 5 bintang.
" Apps yang dapat membantu Anda menjadi pribadi yang lebih baik, dengan mencatat kesalahan dan kebaikan Anda setiap hari dan memberi Anda ringkasan dan grafik kesalahan serta kebaikan Anda setiap hari," demikian bunyi keterangan pada kolom deskripsi aplikasi.
Pada home page aplikasi ini, pengguna disuguhkan menu utama terdiri dari dua bagian, yaitu Dosa dan Pahala. Pada menu Dosa, terdapat beberapa jenis tindakan yang kurang baik, seperti ghibah (berbicara keburukan orang lain), berbicara kotor, membantah orangtua, ingkar janji dan mencuri.
Sementara pada menu Pahala, terdapat sejumlah amalan baik. Di antaranya sholat, zikir, sedekah, membaca Alquran, berpuasa dan membantu orangtua.
Terdapat pula pilihan " Tambah Jenis Dosa/Pahala" jika pengguna ingin menambahkan bentuk amalan baik atau pun kegiatan yang berujung dosa.
Untuk menggunakannya, diperlukan kejujuran pengguna. Sebab penghitungan Dosa dan Pahala dilakukan secara manual.
Pengguna dapat menambahkan jumlah jenis Dosa dan Pahala yang dilakukan pada masing-masing ikon. Misalnya masukkan angka 1 untuk ghibah dan 2 untuk sholat.
Tetapi, angka yang telah di-submit tidak dapat diralat. Sementara, untuk menambahkah amalan jenis Dosa atau Pahala, tinggal memasukkan angka dan terjumlah secara otomatis.
Tampilan total akumulasi jumlah Dosa dan Pahala yang telah di-submit ini lantas disajikan dengan diagram warna-warni. Tidak hanya itu, keseluruhan dari masing-masing Dosa dan Pahala juga ditampilkan dalam bentuk statistik dari hari ke hari.
Dengan demikian, aplikasi tersebut dapat membantu pengguna memantau kebaikan dan keburukan yang dilakukan setiap hari. Dengan begitu, membuat pengguna menjadi pribadi yang lebih baik.
Sumber: Liputan6.com/Fitri Syarifah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya