Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anti Aging (Foto: Shutterstock)
Dream - Perilaku wanita dalam mempercantik diri berubah seiring dengan perkembangan waktu. Sebagai manusia yang lahir di era digital, generasi Z dikenal memiliki karkater unik, yang membedakannya dengan generasi lain. Termasuk dalam hal kecantikan.
Berdasarkan survei ZAP Beauty Index 2020, generasi Z mulai melirik produk kosmetik dan perawatan kecantikan sejak usia 13 tahun. Bahkan mereka telah mempertimbangkan menggunakan produk dengan fungsi anti aging.
" Menariknya lagi, generasi Z menggunakan hampir seluruh pendapatan mereka untuk perawatan. Berbeda dengan generasi Y yang hanya mengeluarkan 30 persen pendapatan mereka dan generasi X yang justru kurang dari 5 persen untuk urusan kecantikan," tutur Fadly Sahab, CEO ZAP di Jakarta, Selasa 21 Januari 2020.

Salah satu produk kosmetik yang paling laris di kalangan generasi Z adalah concealer. Mereka memakainya untuk menutupi bekas jerawat yang banyak muncul di usia pubertas. Selain itu, ada enam produk kecantikan yang juga wajib digunakan perempuan Indonesia setiap hari.
" Produknya meliputi facial wash, moisturizer, toner, serum, essence, dan eye cream. Facial wash memiliki peminat paling banyak di kategori skincare, yaitu 92,4 persen," papar Yosanova Savitry, Chief Operation MarkPlus Institute.
Jika di 2018 perempuan memaknai 'cantik' adalah bertubuh sehat atau fit, definisi tersebut mulai bergeser di awal 2019.
" Sebesar 46,7 persen responden mendefinisikan 'cantik' sebagai penampilan keseluruhan atau well-dressed. Namun yang pasti, kulit cerah dan glowing masih menjadi definisi 'cantik' bagi 82,5 persen perempuan Indonesia," ujar Yosanova.

Hal ini juga mendorong pertumbuhan tren sheet mask di kalangan generasi Z. Sebanyak 20,2 persen generasi Z memakai sheet mask setiap hari dibandingkan generasi Y dan Z.
" Yang pakai sheet mask lebih banyak dibandingkan yang pakai sunscreen. Mereka (generasi Z) ingin efek langsung, besok pagi glowing," sambungnya.
Hidup di era serba digital, keputusan generasi Z dalam membeli produk kecantikan sangat bergantung dari influencer. Terutama di sosial media Instagram dan YouTube.

" Mereka pasti punya sosok panutan. Sebanyak 54 persen memilih sosok influencer sebagai panutan dan 64,2 persennya nyaman berbelanja produk kecantikan di e-commerce," kata Yosanova.
Poin utama yang menjadi penentu generasi Z dalam membeli produk adalah review atau ulasan. Influencer kerap mengulas berbagai produk dengan bentuk yang menarik seperti foto dan vlog.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya