Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Mesin perambah raksasa, Google, yang bekerja sama dengan Aliansi Fast Identity Online menyatakan Android kini telah bersertifikat FIDO2. Dengan sertifikat ini, Android selangkah lagi akan meninggalkan sistem penguncian menggunakan kata sandi.
Sebagai gantinya, Android akan menggunakan sistem kunci sidik jari. Sertifikasi ini diluncurkan pada Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol.
Perubahan itu hanya akan memengaruhi perangkat yang menjalankan Android 7, atau Nougat dan versi yang lebih tinggi.
Dilaporkan CNet, perangkat Android yang sudah menjalankan versi Nougat cukup memperbarui sistem melalui Layanan Google Play otomatis.
Penggunaan sidik jari atau kunci keamanan sudah tersedia untuk beberapa aplikasi di Android. Terutama untuk perbankan dan layanan keuangan lainnya.
Perubahan ini membuka fitur keamanan untuk pengembang Android mana pun, memungkinkan untuk login tanpa kata sandi pada perambah dunia maya dan aplikasi seluler sistem operasi.
Pengembangan sistem sidik jari ini merupakan solusi atas masalah keamanan kata sandi yang mudah dicuri dan dijual ke penggali data. Kata sandi bahkan lebih tidak efektif seandainya digunakan di banyak akun.
Tidak seperti kata sandi, sidik jari dan kunci keamanan jauh lebih sulit untuk dicuri secara online.
" Dengan berita dari Google ini, jumlah pengguna dengan kemampuan Otentikasi FIDO telah tumbuh secara dramatis dan tegas," kata Brett McDowell, direktur eksekutif Aliansi FIDO, dalam sebuah pernyataan.
" Bersama dengan peramban laman terkemuka yang sudah memenuhi persyaratan FIDO2, sekarang saatnya pengembang laman untuk membebaskan penggunanya dari risiko dan kerumitan kata sandi," ujar dia menambahkan.
Peramban semisal, Google Chrome, Microsoft Edge, dan Mozilla Firefox sudah mendukung standar FIDO2.
Selain pengembangan sidik jari, standar keamanan juga akan memeriksa apakah halaman yang dikunjungi merupakan situs palsu atau tidak. Sebab, peretas sering memalsukan halaman palsu untuk menggali informasi kata sandi milik pengguna. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya