Habis Dikerok, Muncul Benjolan Raksasa di Punggung Wanita Ini

Reporter : Puri Yuanita
Selasa, 20 Juni 2017 04:02
Habis Dikerok, Muncul Benjolan Raksasa di Punggung Wanita Ini
Keluarganya mengira kalau ia masuk angin, sehingga mereka menggunakan sebuah gelang yang terbuat dari batu keramik untuk mengerok punggung Xia. Tapi ternyata.....

Dream - Banyak sekali orang yang mengerok punggung sampai berwarna merah gelap ketika masuk angin. Bagi warga Indonesia dan sebagian kawasan Asia, kerokan dipercaya sebagai pengobatan alternatif untuk mengusir angin.

Tapi, pernahkah Anda mendengar ada orang yang masuk rumah sakit gara-­gara habis dikerok?

Ada seorang wanita usia 22 tahun di Tiongkok yang bermarga Xia. Ia dilarikan ke rumah sakit karena di punggungnya muncul sebuah benjolan yang sangat besar, hampir setengah ukuran bola bowling!

Berawal dari suatu siang, Xia tiba-­tiba merasa pusing dan badannya lemas. Keluarganya mengira kalau ia masuk angin, sehingga mereka menggunakan sebuah gelang yang terbuat dari batu keramik untuk mengerok punggung Xia.

Tapi, setelah dikerok, Xia merasa punggungnya sakit seperti ditusuk-­tusuk jarum. Ketika dilihat, ia baru sadar kalau punggung kirinya sudah bengkak.

 

 

1 dari 2 halaman

Gumpalan Darah Beku

Gumpalan Darah Beku © Dream

Xia kemudian buru­-buru mengompres benjolan menggunakan es batu untuk meredakan bengkaknya. Bukannya membaik, benjolannya malah makin besar.

Xia segera dilarikan ke rumah sakit. Perawat menemukan benjolan sepanjang 23 cm dan lebar 17 cm. Dari atas, benjolan tersebut dapat terlihat seperti darah beku.

Sebenarnya, sebelumnya juga sudah pernah ada orang yang punggungnya bengkak gara-­gara dikerok. Tapi belum pernah ada yang sampai benjol sebesar ini.

Dokter bilang ini disebabkan karena mengerok terlalu kuat. Pembuluh di bawah lapisan kulit jadi pecah, sehingga darah pun meluber keluar dan akhirnya membentuk " gumpalan darah beku" sebesar ini.

 

 

2 dari 2 halaman

Kerusakan Otot

Kerusakan Otot © Dream

Darah beku yang menggumpal di punggung Xia setidaknya ada 500 ml. Alhasil, Xi harus dirujuk ke dokter bedah umum untuk operasi selanjutnya dilakukan pengobatan.

Dokter juga mengatakan terdapat pasien yang sampai terkena rhabdomyolysis (kerusakan otot) dan disfungsi ginjal gara-­gara mengerok terlalu kuat.

Banyak orang mengira bercak merah-­merah yang keluar setelah dikerok itu angin. Padahal, itu tanda pecahnya pembuluh darah yang halus di lapisan bawah kulit.

Semakin merah, semakin parah pecahnya. Dokter juga menyarankan, jangan sembarangan mengerok badan ketika masuk angin. Apalagi untuk orang yang punya penyakit kulit atau aliran darah.

(Sumber: wajibbaca.com)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More