Peduli Lingkungan, 4 Desainer Usung `Fashion Rhapsody`

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Senin, 13 Mei 2019 06:30
Peduli Lingkungan, 4 Desainer Usung `Fashion Rhapsody`
Mereka menghadirkan busana yang terinspirasi dari alam.

Dream - Fashion berbasis lingkungan semakin gencar diperbincangkan. Selain rancangan baju sustainable fashion, para desainer juga berlomba-lomba menghadirkan busana yang terinspirasi dari alam.

Mereka adalah Ayu Dyah Andari, Ariy Arka, Chintami Atmanagara dan Yulia Fandy. Keempat desainer menggelar perhelatan mode Harmoni Bumi yang mencakup isu kepedulian terhadap lingkungan.

Gagasan mulia tersebut diperkenalkan sebagai sebuah pergelaran tunggal beratajuk 'Fashion Rhapsody'.

“ Intinya, apa yang telah kita nikmati dari bumi selayaknya kita kembalikan ke bumi, secara bertahap, dengan tindakan yang sesuai dengan kapasitas kita masing-masing," kata Ariy Arka lewat keterangan rilis yang diterima Dream, baru-baru ini.

 Desainer

Foto: Tim Muara Bagdja

Perhelatan berlangsung megah di Hallf Patiunus. Ruangan disulap menjadi hutan yang seolah seperti sedang terbakar, mencerminkan kerusakan akibat ulah manusia.

1 dari 1 halaman

Ariy Arka

Inspirasi karya Ariy Arka beroleh dari rasa miris dan kepeduliannya terhadap keadaan hutan.

Susunan warna hijau, coklat, hitam dan putih berbentuk sapuan warna dicetak di atas busana mulai dari atasan, celana, maupun outer itu merupakan terjemahan saat ketika hutan masih hijau hingga meranggas lalu sirna sama sekali.

 Desainer

Foto: Tim Muara Bagdja

Sang Desainer juga mengeluarkan label khusus bernama Ariy Arka X WWF dan menyisihkan sebesar 30 persen untuk WWF dan 10 persen untuk Dompet Dhuafa dari hasil penjualan koleksi dengan label ini.

Ayu Dyah Andari

Ayu terpesona pada Desert Rose yang terbentuk dari air, pasir dan angin pada kondisi gurun pasir yang super kering. Terbentuk lempeng-lempeng kristal yang tersusun melingkar menyerupai bunga mawar.

 Desainer

Foto: Tim Muara Bagdja

Bordir dua dimensi yang berbentuk semacam sulur-sulur diasumsikan sebagai angin dan air yang menerpa saat membentuk Desert Rose tersebut.

Chintami Atmanagara

Daya cipta Chintami tergugah ketika mengamati potongan bebatuan. Tak pernah ia duga demikian indah bentuk abstrak dan warna ketika sebongkah batu dipotong.

 Desainer

Foto: Tim Muara Bagdja

Di dalam sebuah irisan terlihat semacam garis-garis tak beraturan, multiwarna seperti coklat muda, hijau pupus, merah muda, merah bata, biru legam, bahkan emas.

Yulia Fandy

Yulia ingin mengembalikan citra bumi ketika masih bersahaja lewat karyanya. Kesederhanaan itu ditampilkan dengan garis rancangan yang polos. Jauh dari ingar-bingar dan kesan dekoratif lainnya.

 Desainer

Foto: Tim Muara Bagdja

Aksesori berwarna senada dan setara ringkasnya karya Rean, menjadi elemen mode yang kaya bentuk dan detail serta menebalkan kesan natural. (ism)

Beri Komentar
Nggak Ribet, Ini Cara Merawat Hijab Ala Prilia Nur Afrida