Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Foto: Pixabay.com
Dream - Selain mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), aplikasi perpesanan WhatsApp menjadi target utama para penjahat dunia maya. Modus mereka sangat rapi sehingga bisa memangsa target yang tak sadar menjadi korban penipuan.
Tak lagi lewat pesan-pesan berisi penawaran hadiah atau pemenang undian, kini pesan yang sepertinya dikirim oleh teman atau keluarga bisa menjadi sebuah jebakan. Jadi, Sahabat Dream perlu berhati-hati terhadap siapa pun yang meminta informasi pribadi.
Tom Davidson selaku pakar keamanan internet di Amerika Serikat mengatakan ada tiga hal yang harus diwaspadai, dilansir dari New York Post, 1 Mei 2022.

Pesan datang dari kontak yang tidak tersimpan di ponsel patut dicurigai. Tak menutup kemungkinan bahwa pengirim adalah orang asing ingin berbuat jahat.
Mereka akan memancing pengguna untuk berinteraksi, kadang dengan bahasa yang tidak teratur atau banyak salah pada ejaannya. Namun, orang-orang yang tersimpan di kontak pun juga harus diwaspadai jika mereka mengirim pesan menggunakan gaya penulisan berbeda dari biasanya. Bisa jadi ponsel mereka telah diretas atau dicuri.

Pesan mengenai penawaran yang menggiurkan, padahal pengguna tidak memintanya, juga perlu diteliti dengan seksama. Termasuk hadiah gratis dalam bentuk apapun, dengan membawa nama merek-merek tertentu adalah modus yang sering dipakai penjahat siber.
Apalagi bila pengirim meminta untuk mengirimkan detail data pribadi, jangam sampai dituruti, karena kemungkinan besar itu merupakan salah satu modus penipuan.

Pesan teks apapun yang menyisipkan tautan atau link mencurigakan bisa saja merupakan scam dan sebaiknya tidak langsung klik, meskipun hal tersebut tampak menggiurkan.
Menurut Brian Higgins, seorang spesialis keamanan di Comparitech, pesan penipuan sering menawarkan sesuatu untuk menggoda pengguna. Apalagi bila pengirim meminta untuk mengirimkan detail data pribadi, jangam sampai dituruti, karena kemungkinan besar itu merupakan salah satu modus penipuan.
" Pesan disamarkan sebagai pesan resmi, menawarkan dukungan teknis untuk memecahkan masalah yang mungkin tidak kalian ketahui, atau memberi tahu bahwa kalian telah memenangkan hadiah," ungkap Higgins.

Untuk mencegah hal tersebut, Higgins menyarankan untuk selalu melakukan pembaruan aplikasi (update).
Pembaruan ponsel kerap menyertakan perbaikan keamanan dan harus diunduh karena pengembang menghilangkan bug yang digunakan peretas untuk menyerang perangkat.
" Selalu pastikan kalian menjalankan versi terbaru dari platform apa pun," tegas Higgins.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya